oleh

Laporan Transparansi dan Akuntabilitas BI 2021 Diluncurkan

PALPRES.COM- Bank Indonesia (BI) meluncurkan Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia 2021 yang berlangsung Hybrid, Rabu (26/1).

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, peluncuran Laporan Transparansi dan Akuntabilitas Bank Indonesia 2021 ini adalah wujud nyata dari Bank Indonesia untuk memperkuat tata kelola transparansi dan akuntabilutas.

“Ini pertama kali Bank Indonesia menyampaikan laporan sekaligus di bulan Januari, yaitu Laporan Laporan Perekonomian Indonesia, Laporan Tahunan BI dan Lapiran Ekonomi Keuangan Syariah,”ungkap Perry Warjiyo.

Perry mengatakan, tak hanya sebagai wujud nyata terhadap komitmen mewujudkan Pasal 58 Undang-undang Bank Indonesia, Laporan Transparasi dan Akuntabilitas ini juga wujud nyata komitmen Bank Indonesia melakukan pembaharuan-pembaharuan dan transformasi besar-besaran.

Menurutnya, kekuatan tata kelola kelembagaan adalah independensi, koordinasi, transparansi dan akuntabilitas hal ini menjadi dasar kekuatan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral.

“Kami memang independen tapi kami terus melakukan sinergi dan koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pihak. Lebih dari itu kami perkuat transparansi dan akuntabilitas tidak hanya wujud dari tata kelola, namun juga wujud dari. instrumen kebijakan. Semakin kita transparan, akuntabel semakin kita dipahami, semakin mudah kita melakukan langkah-langkah kebijakan,”jelas Perry Warjiyo.

Baca Juga  BI Dorong Akses Keuangan UMKM Melalui Pemanfaatan SIAPIK

Perry juga mengajak pemerintah dan pihak terkait untuk bersinergi untuk pemulihan ekonomi, dan optimis ekonomi terus meningkat tahun 2022 seiring dengan bauran kebijakan yang diterapkan.

“Tiga laporan yang kami sampaikan ini, kami kemas dalam satu tema besar yaitu Bangkit dan Optimis, sinergi dan inovasi untuk pemulihan ekonomi. Karena dengan kepercayaan penuh Alhamdulillah kita bangkit dari dampak pandemi pada tahun 2021, dan optimis 2022 akan lebih baik,”terangnya.

Perry memaparkan, perekonomian Indonesia diperkirakan meningkat lebih tinggi pada 2022. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih baik 4,7-5, 4 persen.

“Inflasi memag akan naik tapi tetap dikendalikan sesuai sasaran 3 persen +-1 persen. Nilai tukar memang akan menjadi tekanan tahun ini, tapi komitmen kami untuk menjaga stabilitas nilai tukar berkoordinasi dengab kementerian keuangan. Kami juga memprediksi pembiayaan dan kredit kepada perbankan prediksi tumbuh sampai 7-9 persen,”tambahnya.

Bank Indonesia terus bersinergi dalam kebijakan ekonomi nasional untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional, dibutuhkan 1 prasyarat dan lima kebijakan. Satu prasyarat yaitu seinergi akselerasi vaksinasi dan pembukaan sektor prioritas dan lima respon kebijakan yaitu stimulus fiskal moneter, akselerasi transformasi sektor keuangan, digitalisasi ekonomi keuangan, akselerasi transformasi sektor rill, dan ekonomi dan keuangan hijau.

Baca Juga  Ada Uang Lembar Pecahan 1.0 Baru Nilainya Rp 1 Juta, Asli?

“Bank Indonesia, berkomitmen mengerahkan seluruh instrumen bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan pemulihan ekonomi, mengarahkan kebijakan moneter pada stabilitas. Kebiajakan makroprudensial longgar terus dipertahankan. Digitalisasi sistem pembayaran terus diperluas untuk akselerasi ek.onomi keuangan digital, akselerasi pendalaman pasar uang serta kebijakan pendukung BI lainnya,”paparnya.

Bank Indonesia terus mendukung pengembangan ekonomi keuangan syariah untuk inklusi ekonomi dan keuangan serta mendorong pemulihan bersama otoritas, kementerian dan lembaga lainnya dalam wadah KNEKS maupun dengan stakeholeder lainnya. BET

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya