oleh

Belum Ditempati, Gedung Rawat Inap Sudah Rusak

PALPRES.COM- Peningkatan gedung rawat inap RSUD Sekayu untuk kelas III belum rampung 100 persen. Mirisnya, bangunan yang dibiayai dana pinjaman PT SMI sebesar Rp 151.122.905.000 itu sebagian ada yang rusak, sedang sebagian lain belum diselesaikan kontraktor.

Berdasarkan pantauan, kerusakan terlihat pada gedung rawat inap pada bagian plafon yang rusak serta bercak akibat rembesan air, beberapa pintu maupun jendela belum terpasangkan, dan bagian pelataran tidak disemen ditinggalkan begitu saja.

Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba mengatakan pihaknya sudah mengetahui adanya kerusakan di beberapa ruangan. “Saat ini kita sedang mapping dan inventaris bagian bangunan yang rusak, ” kata dia dihubungi.

Setelah itu, barulah pihaknya diajukan ke pihak kontraktor karena itu masuk dalam masa pemeliharaan. Sebab, berdasarkan perjanjian dalam kontrak kerja, apabila ada kerusakan selama 1 tahun kedepan masih menjadi tanggung jawab pihak kontraktor dan sebagai jaminannya pihak RSUD Sekayu memegang garansi bank jaminan pemeliharaan.

“Iya, kerusakan yang ada dan kita ajukan itu masuk masa pemeliharaan dan sedang di mapping dan di invetaris yang harus diperbaiki penyedia kontraktor,” tegasnya.

Baca Juga  RSUD Sekayu Tiadakan Jam Besuk

Terkait ditahannya 15 % sisa pembayaran, Makson menegaskan, tidak ada sama sekali. “Ini kan proyek yang dibiayai oleh pinjaman daerah dari PT SMI. Jadi bagaimana mau ditahan kalau dari PT SMI nya memang belum cair. Karena akan cair di tahun 2022 sesuai dengan SOP dari PT SMI, diperlukan berkas Audit probity oleh APIP (inspektorat) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada),” paparnya.

Sementara, lanjut dia, kedua berkas itu sedang berproses. “Kontraktor harusnya sudah tahu dan paham bahwa ini pembiayaannya dari PT SMI, dan ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Jadi proyek ini bukan APBD murni, ” pungkasnya. MUH

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya