oleh

Satu Nisan Tengkuruk Wafat 22 Juni 1904

PALPRES.COM – Tim Kantor Arkeologi Sumsel saat ini sedang meneliti temuan empat nisan di Jalan Tengkuruk Permai, Blok C, Pasar 16 Ilir. Dari hasil analisa sementara, tim menemukan fakta bahwa satu nisan yang terkubur wafat pada 22 Juni 1904.

“Ada tulisan salah satu nisan Tengkuruk menunjukkan tahun meninggalnya yakni Senin Rabiul Akhir 1322 Hijriah atau 22 Juni 1904 Masehi,” kata Kepala Kantor Arkeologi Sumsel DR Wahyu Rizky Andhifani saat berkunjung ke Museum Negeri Sumsel, Selasa (18/1).

Nisan Kuno
Salah satu nisan kuno bertuliskan aksara Arab yang ditemukan di galian drainase kawasan Pasar 16 Ilir Palembang. Foto: Alhadi/Palpres.com

Untuk itulah, dia menilai temuan nisan Tengkuruk tersebut merupakan benda cagar budaya karena usianya lebih 100 tahun. “Kita menemukan empat nisan, tiga berukuran besar dan tebal dan satu nisan lebih kecil,” jelas dia.

Saat ini sambung Wahyu, mereka sedang melakukan kajian untuk mendeskripsikan nisan termasuk panjang nisan, pola nisan maupun tulisannya. Tujuannya untuk memperjelas cerita dari empat nisan tersebut.

“Kalau kita katakan Palembang sebagai pusat kajian Islam, saya pikir kita harus mengkajinya lebih mendalam. Karena di Malaysia ada Kedah yang usianya juga tua. Tapi kalau Palembang sebagai pusat kajian Islam untuk wilayah Sumbagsel, kemungkinan iya, tapi tetap harus dalam kajian,” jelasnya.

Baca Juga  Guru Sejarah dari 34 Provinsi Se-Indonesia Kunjungi Museum Negeri Sumatera Selatan

Terkait dengan kunjungan, DR Wahyu mengatakan, pihaknya ingin mempererat silaturahmi dengan Museum Negeri Sumatera Selatan. “Kita juga minta dukungan dari Museum Negeri Sumatera Selatan untuk terus berkolaborasi dengan menggelar kegiatan berskala nasional atau lainnya,” ucap dia.

Nisan Tengkuruk Isi Museum SMB II

Kepala Museum Negeri Sumsel Chandra Amprayadi mengatakan, museum memiliki tugas penting terkait koleksi museum berupa benda cagar budaya. Antara lain menyimpan, merawat, mengamankan dan memanfaatkan koleksi benda cagar budaya. Setelah tim meneliti dan mengkaji nisan kuno tersebut, nantinya akan menambah koleksi di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II.

“Museum SMB II lebih berhak menerima koleksi nisan kuno ini. Mengingat di sana koleksinya masih sedikit sekali. Alhamdulillah kita mendapatkan salah satu koleksi yang akan mengisi di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II,” tutupnya. DVI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya