oleh

Herman Deru Minta Perbanyak SPKLU di Tempat Umum

PALPRES.COM- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menghadiri peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang kedua di Kota Palembang, di Jalan Demang Lebar Daun, Selasa (18/1) sore. Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada PT PLN yang telah menghadirkan SPKLU di Kota Palembang sebagai komitmen mendukung Green Energy.

“Saya ingin kalau kita sudah berkomitmen dengan green energy, tentu harus dimulai dari sekarang, salah satunya keberadaan SPKLU ini,” ungkap Herman Deru.

Dia meminta PLN memperbanyak SPKLU terutama di tempat-tempat umum. Pasalnya saat ini jumlah SPKLU baru dua unit yakni di Kantor PT PLN WS2JB di Jalan Kapten A Rivai Palembang. Satu unit lagi kembali dibangun di Kantor Pembangkit PT PLN di Jalan Demang Lebar Daun Palembang.

“Saya ingin PLN menyebarluaskan SPKLU ini tidak hanya di pusat perbelanjaan namun di tempat umum lainnya. Makin banyak kerjasama dengan pihak swasta, ini kan masa depannya sama dengan SPBU,” ungkap Herman Deru.

Herman Deru mengatakan, ada dua kendala utama dalam penggunaan kendaraan listrik di Palembang. Yakni jumlah SPKLU yang masih sedikit dan harga kendaraan listrik yang terlampau mahal. Untuk itu, perluasan penggunaan kedepannya lebih baik menyasar angkutan umum.

Baca Juga  HD Imbau KAI Sumsel Berikan Pelayanan Terbaik untuk Pemudik

“Bisa juga kendaraan dinas ataupun angkutan umum. Sehingga masyarakat luas dapat merasakan keberadaan kendaraan listrik ini,” tukasnya.

Penggunaan Kendaraan Listrik Bakal Meningkat

General Manager PT PLN WS2JB Bambang Dwiyanto mengatakan, penggunaan kendaraan listrik di Sumsel khususnya Palembang bakal mengalami peningkatan. Terlebih, Gubernur Sumsel Herman Deru telah mengeluarkan Pergub Nomor 25 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

“Pergub ini menjadi dukungan bagi perluasan penggunaan kendaraan listrik di Sumsel khususnya Palembang,” kata Bambang saat peresmian SPKLU.

Dia mengatakan, ongkos bahan bakar kendaraan listrik jauh lebih murah ketimbang penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil. Biayanya hanya 1/3 dari biaya bahan bakar minyak yang ada saat ini.

“Kalau kendaraan minyak butuh 1 liter BBM untuk menempuh perjalanan 8 kilometer dengan biaya Rp10 ribu, maka kendaraan listrik hanya butuh biaya Rp2.500 dengan rincian 1 kWh untuk jarak 8 kilometer,” terangnya.

Biaya perawatan kendaraan listrik juga lebih murah karena tidak memiliki servis rutin. “Tidak ada mesinnya. Selain penghematan juga lebih ramah lingkungan. Go green. Kedepannya kita bisa memperbanyak SPKLU di parkiran mal,” tandasnya. BET

Baca Juga  Herman Deru Bantu Gus Yahya Besarkan PBNU

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya