oleh

Santunan Kematian Vakum 6 Bulan Kini Berlanjut

PALPRES.COM – Setelah sempat terhenti, Program Santunan Kematian milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim kembali berlanjut. Sebelumnya, mantan Bupati Muara Enim Ahmad Yani menggagas program ini sejak 2019. Kemudian terhenti selama 6 bulan karena pergantian pengelolah atau perusahaan asuransi.

Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) langsung menyampaikan kabar berlanjutnya Program Santunan Kematian Pemkab Muara Enim ini.

“Program Asuransi Kematian Pemkab Muara Enim tahap III 2021 berlaku terhitung mulai 27 Desember 2021 sampai 27 Desember 2022,” tulis HNU dalam surat edaran nomor: 460/18/Dinsos-II/2021 tentang Program Asuransi Kematian 2021. HNU menandatangi Surat Edaran tersebut pada 31 Desember 2021

Selain  program asuransi berjalan, HNU juga mengumumkan pergantian pengelolah asuransi yang baru yakni PT Capital Life Indonesia (CLI) di Jakarta. Untuk diketahui, sebelumnya perusahaan pengelolah asuransi Pemkab Muara Enim yakni PT Intra Asia.

Dengan berlanjutnya kembali program asuransi kematian, HNU memastikan masyarakat Kabupaten Muara Enim kembali mendapat manfaat. Kecuali bukan dari kalangan ASN, TNI/Polri, Pegawai BUMD/BUMN dan pensiunan yang telah mendapat santunan kematian dari APBN atau APBD.

Baca Juga  Longsor di Keban Agung Persempit Jalan

“Juga bukan meninggal karena bunuh diri, hukuman mati, melakukan tindak kejahatan/perbuatan pidana, menggunakan narkoba, psikotropika, minuman keras dan zat adiktif,” ungkapnya.

Pengajuan Klaim Santunan Kematian

Untuk pengajuan klaim, HNU menjelaskan akan disampaikan ke kantor pelayanan perwakilan PT CLI di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Muara Enim. Adapun persyaratannya yakni mengisi blanko dari ahli waris, dan surat permohonan dari lurah/kades. Kemudian melampirkan surat kuasa, fotokopi KK dan KTP yang meninggal dunia dan ahli waris, akta kematian, dan surat keterangan meninggal. Surat keterangan kronologis kematian jika peserta meninggal bukan di rumah sakit. Serta menyampaikan nomor rekening bank ahli waris yang masih aktif.

Sementara bagi masyarakat Kabupaten Muara Enim yang tidak terdaftar pada polis asuransi kematian akan dilayani melalui Program Santunan Kematian. Caranya dengan mengajukan permohonan di Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Pemkab Muara Enim.

“Untuk besaran asuransi kematian dan santunan kematian masing-masing nilainya sama besarnya yakni Rp2,5 juta,” pungkasnya. AFU

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya