oleh

Pangkas Keuntungan, Masih Bertahan Harga Lama

 

Siasati Melambungnya Harga Minyak dan Ayam

PALEMBANG, PE- Terus melambungnya harga ayam potong hingga menyentuh Rp45 ribu per ekor dikeluhkan pemilik warung makan yang menjual ayam goreng.

Selain ayam, pedagang juga dihadapkan dengan harga minyak goreng kemasan yang juga naik drastis hingga menyentuh Rp22 ribu hingga Rp24.000 per liter.

Dengan kondisi seperti itu, para pedagang harus pintar mensiasati agar tetap bertahan ditengah kondisi harga melonjak tinggi.

“Sangat terasa sekali pengaruhnya, apalagi harga ayam sekarang dijual Rp45 ribu per kg belum lagi harga cabai, beras, gula, tepung juga naik,” ungkap Enny Pariani, Pemilik warung makan geprek Ayam Bontet.

Padahal biasanya harga ayam dijual seharga Rp25 ribu per kg, sehingga kenaikan tersebut sangat memberatkan.

Dalam sehari Enny yang mempekerjakan empat orang karyawan ini bisa membeli sebanyak 10 ekor ayam.

Jumlah tersebut turun drastis jika dibandingkan sebelumnya yang mampu membeli sekira 25 ekor ayam.

“Karena kondisinya seperti ini, sudah bertahan saja sudah bagus,” katanya.

Saat ini, Enny masih menjual harga ayam gorengnya sebesar Rp15 ribu sudah termasuk nasi.

Dan belum berencana menaikkan harga jual dagangannya namun jika kondisi ini berlangsung lam maka dengan sangat terpaksa dirinya harus menyesuaikan harga jual yang diperkirakan akan naik sebesar Rp1.000.

“Kami tidak bisa menaikkan harga begitu saja untuk sekarang keuntungan memang terpangkas namun yang penting masih bisa membayar gaji karyawan,” katanya.

Ayam Bontet yang berada di jalan HBR Motik ini memiliki tekstur ayam yang krispi dan gurih serta disajikan dengan dua sambal yang sangat pedas. LA

Baca Juga  JD.ID Siapkan Event Desk Gratis di Festival Kulintang 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya