oleh

Bayi Kembar Siam Meninggal Dunia

PALPRES.COM, PE – Bayi kembar siam dengan dua kepala yang lahir melalui proses operasi sesar di RS dr Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, meninggal dunia tiga jam usai dilahirkan. Buah hat pasangan ER (26) dan AK (25) ini, diduga memiliki paru-paru yang tidak normal.

Humas RSMH Palembang, Akhmad Suhaimi mengatakan, dari hasil diagnosa tim doktor menyatakan bayi kembar siam tersebut meninggal dunia karena kondisi paru yang tidak normal. “Penyebabnya dari informasi yang kita dapatkan dari tim dokter kita adanya kelainan jantung bawaan, yang biasanya hampir selalu terdapat pada bayi kembar siam,” ujarnya, Sabtu (15/1).

Dirinya menjelaskan, bahwa saat berada di ruang intensif bayi kembali siam tidak bernapas,. Sehingga dilakukan pemasangan selang bantu napas ke kedua kepala bayi, dan dihubungkan ke mesin bantu napas.

“Ketika tim dokter kita memberikan bantuan nafas di kepala kanan, tampak hanya dinding dada kanan yang bergerak dan suara nafas hanya terdengar di sebelah kanan,” katanya.

Sedangkan ketika diberi bantuan nafas untuk kepala kiri, hanya dinding dada kiri yang bergerak dan suara nafas hanya terdengar di dada kiri. Sehingga dicurigai satu kepala terhubung ke satu paru.

Namun kondisi bayi semakin memburuk, sehingga dilakukan bantuan mesin bantu napas yang dimaksimalkan. Tidak hanya itu diberikan obat-obatan penunjang pompa jantung, namun takdir berkata lain. Bayi kembar siam itu akhirnya tidak tertolong, dan dinyatakan meninggal dunia pukul 11 20 WIB.

“Untuk jenazah bayi kembar siam sejak kemarin sudah dibawa orang tuanya pulang. Kita sudah berusaha, dan saat berfoto saja orang tuanya tidak mau. Dan bilang tidak mau diekspos,” bebernya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Anak RSMH Palembang, Dr Indrayadi SPA salah satu tim dokter yang merawat bayi mengatakan, bahwa kondisi bayi semakin memburuk tidak lama pasca lahir.

Baca Juga  Bayi Kembar Siam dan Sang Ibu Dirawat Intensif

“Untuk itu kita memberikan bantuan mesin pernafasan yang dimaksimalkan dan diberikan obat-obatan, tapi tetap tidak tertolong, terakhir kali kita merawat bayi di ruang rawat ICU Intensif Anak, ” tutupnya. KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya