oleh

Nisan ‘Pasar 16 Ilir’ Perlu Dikaji

PALPRES.COM – Temuan nisan di Pasar 16 Ilir diminta untuk dikaji lebih mendalam. Hal ini dikarenakan, nisan batu tersebut diyakini sudah ada sejak abad ke-17 hingga abad ke-19.

Sejarawan Sumatera Selatan, DR (CAN) Kemas Ari Panji mengatakan, penemuan nisan di galian pipa Pasar 16 Ilir ini memiliki memiliki nilai sejarah yang tinggi. Pada nisan tersebut, tertulis nama seorang perempuan yang diyakini anak seorang kiayi pada abad ke-17 hingga abad ke-19.

“Pada baris pertama ada tulisan Faqod Intiqolad ila Rohmatullahil abror, tulisannya merupakan aksara arab melayu. Kemudian baris kedua ada tulisan Nyiaji Nadirah binti Kiyai Abdul Aziz Falimbani. Dari sini kita meyakini bahwa nisan ini merupakan makam dari seorang perempuan bernama Nyiaji Nadirah dari orang tuanya seorang kiayi yakni Kiyai Abdul Aziz Falimbani,” jelas dia kepada palpres.com, Jumat (14/1/2022).

Dari beberapa bukti tersebut, dia memastikan jika orang yang dimakamkan tersebut berasal dari Palembang. “Namun demikian harus dikaji dulu, kita minta keterlibatan dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan dan pihak terkait. Jika memang ini bernilai sejarah, kami juga merekomendasikan jika nisan ini bisa diserahkan kepada museum,” harapnya.

Sementara itu, Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin IV, RM Fauwaz Diradja, SH, MKn mengajak kepada pemilik lahan untuk melaporkan penemuan tersebut kepada pihak terkait sehingga bisa dilindungi oleh negara.

“Kita tidak menyalahkan siapa pun, kita hanya berharap setiap peninggalan bersejarah bisa dilindungi termasuk penemuan nisan ini juga harus dikaji lebih mendalam agar cerita nenek moyang kita bisa dipahami secara jelas,” ujarnya. DVI

Baca Juga  Nisan Tengkuruk Ungkap Makam Keluarga di Tengah Pemukiman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya