oleh

Kajari: Disnaker Bersedia Bayar Tunggakan Listrik Rp285 Juta

PALPRES.COM – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Prabumulih, Topik Gunawan SH MH mengungkapkan, Dinas Tenaga Kerja Kota Prabumulih bersedia membayar denda listrik sebesar Rp285 juta dan PT PLN Rayon Prabumulih siap memasang kembali sambungan listrik. Namun, pihak Disnaker meminta dispensasi waktu mengingat anggaran tidak tersedia, sehingga menunggu pengesahan APBD Perubahan.

“Kita hanya melakukan mediasi saja sesuai permohonan Disnaker. Hasilnya, Disnaker meminta tenggat waktu enam bulan untuk pembayarannya. Sementara pihak PLN Prabumulih bersedia, tapi masih akan berkoordinasi dengan wilayah, karena itu kewenangan wilayah,” kata Kajari didampingi Kasi Intel Anjasra Karya dan Kasi Datun saat pres release menyampaikan hasil mediasi di kantor Kejari Prabumulih, Kamis (13/1/2022) pukul 13.30 WIB.

Topik Gunawan menjelaskan, mediasi yang dilaksanakan pada Rabu (12/01) lalu dihadiri Disnaker, Bagian Hukum Pemkot Prabumulih, Manager PLN ULP Prabumulih, Asisten Manager PLN Sumsel dan Tim Legal. Selain itu terdapat kesepakatan PLN siap melakukan pemasangan sambungan listrik kembali di Disnaker, asalkan Disnaker harus menyertakan surat pengakuan hutang (SPH) dan membayar angsuran pertama.

“Kita mendorong pemerintah (Pemkot, red) untuk mendalami persoalan adanya sambungan liar tersebut. Koordinasikan dengan Inspektorat, PLN dan aparat penegak hukum. Atau kalau ada indikasi korupsi maka kejaksaan juga bisa turun,” tegasnya.

Terkait keinginan Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM agar hasil mediasi bisa dijadikan dasar melapor ke BPK. Kajari menegaskan kalau hasil itu tidak bisa dibawa ke BPK.

“Perlu dicari dulu siapa yang paling bertanggungjawab. Untuk mencari itu perlu ada proses,” akunya.

Menurutnya, meski telah dibayarkan menggunakan APBD, tapi tidak serta merta menghilangkan tanggung jawab siapa yang mesti mengganti atas pembayaran tersebut. RAY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya