oleh

Usai Melahirkan, Santriwati Diajak Nikah Siri

Korban Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

OKUS.PE- Peristiwa pemerkosaan terhadap santriwati yang dilakukan oleh MST (51), oknum guru yang juga pemilik salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Desa Karet Jaya, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, meninggalkan luka yang mendalam bagi korban dan keluarga. Selasa (04/01/2022).

Seperti yang diungkapkan SBM (52), ayah dari santriwati asal Desa Sidodadi yang menjadi korban kebiadaban pelaku MST, menceritakan bagaimana hatinya hancur saat mengetahui anak kesayangannya itu menjadi korban rudapaksa oleh gurunya sendiri.

“Saya benar-benar marah, geram dan kecewa ketika kami mengetahui kenyataan pahit itu,” ujar SBM saat ditemui media grup SMSI di kediamannya Senin (03/01/2022)

Menurut SBM, selama anaknya di Ponpes, ia dan istrinya tidak mengetahui bahwa anak perempuannya itu hamil hingga melahirkan anak akibat perbuatan bejat pelaku.

“Saya baru tahu disaat pelaku menghubungi kami. Saat itu dia memberitahu jika anak saya sakit parah, dan mengeluarkan seorang bayi,” jelas SBM

Lebih lanjut SBM mengatakan setelah mendapatkan kabar tersebut dia langsung menuju ponpes tempat anaknya tersebut. Setiba di Ponpes, SBM yang khawatir mengenai keadaan anaknya lalu mempertanyakan siapa yang harus bertanggung jawab atas perbuatan yang menimpa anaknya itu.

Baca Juga  Ngakunya Khilaf, Cabuli Bocah Tetangga

“Disaat saya bertanya siapa yang akan bertanggung jawab, lalu pelaku menjawab bapak gak usah bingung, biar nanti dia yang bertanggung jawab,’’ beber SBM.

Dirinya yang belum menyadari keadaan sebenarnya, hanya menerima perkataan pelaku. Namun warga sekitar yang mengetahui adanya santriwati melahirkan di Ponpes, merasa ada yang tidak beres sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Buay Pemaca.

Setelah pelaku ditangkap dan ditahan, SBM menyerahkan proses hukum sepenuhnya ke pihak berwajib. “Soal hukum saya tidak paham dan tidak mengerti, saya serahkan ke pihak Kepolisian, bapak-bapak itu yang lebih tahu”, pungkasnya

Sementara itu korban Sun (19) mengaku bahwa ia sempat menolak dan melawan saat dipaksa untuk melayani nafsu bejat gurunya itu, namun karena kalah kuat akhirnya kejadian itu terjadi.

“Setelah lebih kurang satu bulan dari kejadian itu, saya tidak menstruasi lagi. Saya ceritakan pada pelaku, lalu dia mengatakan saya sedang sakit, sakit parah dan yang ada di dalam perut ini kiriman dari musuh pelaku,” jelasnya menceritakan

Lebih lanjut Sun juga mengatakan jika selama ia hamil selalu dikatakan sakit, dan berbagai alasan yang dilontarkan oleh pelaku.

Baca Juga  364 Pegawai di Pemkab OKU Tak Bisa Urus Pensiun

“Untuk periksa ke dokter atau Puskesmas terdekat pun, saya tidak di izinkan oleh pelaku, begitu juga jika ingin memberitahu orang tua,” terangnya

Dikatakan Sun selama belum melahirkan, ia selalu diobati oleh pelaku dengan alasan agar penyakit yang diderita bisa sembuh. Begitu juga pada saat ia melahirkan di kamar mandi, pelaku mengatakan jika bayi itu titipan jin.

“Sebelum melahirkan di hari itu, saya juga baru saja diobati oleh pelaku. Tiba-tiba perut saya sakit rasa ingin BAB, saya meminta bantuan seorang teman untuk mengambilkan air untuk mengisi bak di kamar mandi. Di dalam kamar mandi itulah saya melahirkan,” bebernya

Sun juga mengatakan, setelah melahirkan bayi itu dirinya langsung diajak nikah siri oleh pelaku dengan alasan pengobatan.

“Setelah saya lahiran dihari yang sama, pelaku langsung menikahi saya secara siri, tanpa ada penghulu dan wal,”, terangnya.

Setelah semua kejadian yang menimpanya itu, korban berharap pelaku dihukum seberat-beratnya atas perbuatan yang telah dilakukannya karena telah merusak masa depan dan kebahagiaannya.

“Harapannya ya (pelaku) dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya. RED/SMSI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya