oleh

Wow, Pria Ini 17 Kali Disuntik Vaksin

PINRANG.PE- Seorang warga asal Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, mengaku sudah 17 kali divaksinasi Covid-19. Menurut hasil pemeriksaan tim Dinas Kesehatan, warga tersebut tidak mengalami gangguan kesehatan.

”Dari hasil pemeriksaan sampel darah di laboratorium, yang bersangkutan masih dalam batas normal kondisinya,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Arman Bausat seperti dilansir dari Antara di Gedung CCC Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/12).

Dia menjelaskan, tim dinas kesehatan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan kejiwaan terhadap Abdul Rahim, yang mengaku telah 17 kali divaksinasi Covid-19. ”Kita tahu yang bersangkutan ada riwayat pengguna. Hasil laboratorium dari fungsi hati normal, tidak ada dampak berlebihan dari vaksinasi 17 kali itu akan merusak dirinya. Secara kebetulan fisiknya bagus,” terang Arman.

Namun, mantan Direktur Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Makassar itu menjelaskan, Abdul Rahim telah merugikan negara dan warga lain. Sebab, membuat vaksin Covid-19 yang stoknya terbatas terbuang percuma.

Arman mengatakan, dinas kesehatan selanjutnya akan memastikan petugas melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap warga yang hendak menjalani vaksinasi Covid-19. Agar tindakan sebagaimana yang dilakukan Abdul Rahim tidak terulang.

Baca Juga  Ikuti Instruksi Mendagri, Muba Laksanakan PPKM Level I

”Kami sudah ingatkan kepada semua vaksinator untuk melakukan identifikasi, pendataan, harus mencocokkan KTP dengan wajah di KTP-nya,” ujar Arman.

”Dulu memang kita terlalu fokus karena saking banyaknya orang divaksinasi, hanya lihat KTP lalu catat. Sekarang dicocokkan wajahnya dengan wajah di KTP,” tambah dia.

Abdul Rahim mengaku menjalani vaksinasi Covid-19 sampai 17 kali karena menjadi joki vaksinasi, menggantikan orang yang tidak mau divaksinasi. Dia mendapat bayaran Rp 100 ribu hingga Rp 800 ribu setiap kali vaksinasi.

Polisi sudah memeriksa pria berusia 49 tahun asal Kabupaten Pinrang itu. Polisi menetapkan Abdul Rahim sebagai tersangka karena melanggar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan peraturan tentang penanggulangan Covid-19. JPC

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya