oleh

Mukti Sulaiman Dituntut 10 Tahun, Ustadz Coy 15 Tahun

PALEMBANG, PE – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) menuntut dua terdakwa kasus dugaan korupsi Proyek Masjid Sriwijaya, dengan hukuman berbeda. Mukti Sulaiman (mantan Sekda Pemprov Sumsel) dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel dengan pidana 10 tahun penjara, sedangkan Ahmad Nasuhi alias Ustadz Coy (mantan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel), dengan pidana penjara 15 tahun.

Hal tersebut terungkap saat JPU Kejati Sumsel membacakan tuntutan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Rabu (8/12).

“Dalam perkara ini terdakwa Mukti Sulaiman mengajukan Justice Collaborator,” ujar JPU.

Sementara usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumsel, Roy Riadi SH MH membenarkan jika terdakwa Mukti Sulaiman mengajukan Justice Collaborator (JC).

“Ada permohonan JC dan kami serahkan kepada Majelis Hakim, terkait menetapkan JC ini pada perinsipnya kami tidak keberatan,” tandasnya.

Terpisah, Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Mohd Radyan SH MH mengungkapkan, jika Justice Collaborator (JC) tersebut memang diajukan oleh terdakwa Mukti Sulaiman.

Baca Juga  Empat Anggota DPRD Sumsel Dipanggil Kejati

“JPU menyerahkan ke Majelis Hakim, apakah terdakwa bisa atau tidak masuk dalam kategorikan JC. Jadi, nanti kita dengar saat putusan terdakwa apakah JC tersebut diterima atau tidak oleh Majelis Hakim,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam persidangan, Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi, terdakwa dugaan korupsi Masjid Sriwijaya, dituntut pidana oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel. Dimana untuk Mukti Sulaiman dituntut 10 tahun dan Ahmad Nasuhi 15 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel mengatakan, dalam perkara ini kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum dan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi.

“Dengan ini menuntut kedua terdakwa dengan hukuman pidana, terdakwa Mukti Sulaiman 10 tahun penjara dan terdakwa Ahmad Nasuhi 15 tahun penjara. Keduanya juga didenda masing-masing Rp 750 juta subsider 6 bulan,” tukasnya. JAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya