oleh

Pendanaan Crowd System untuk Sepakbola Muba

SEKAYU.PE- Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, bersyukur saat ini langkah yang baik dari kesiapan dan peresmian dua kesebelasan untuk ikut Liga 3 sekaligus menjadi wakil Muba, yakni PSSL Baylen dan Persimuba. Untuk mendukung sepakbola di Muba, pendanaan yang dipakai yakni dengan Crowd System.

“Syukur, Alhamdulillah. Kepada pengurus PSSI Muba, calon Ketuanya Ibir, Kadispopar Muba, Dedi Zulkarnain, anggota DPRD Muba dari PAN yang juga pembina PSSL Baylen. Didunia ini tak ada olahraga sepopuler sepakbola. Dan di dunia ini tak ada yurisdiksi yang tak punya sepakbola. Orang main sepakbola dimanapun. Bahkan alien yang dari luar angkasa merasa aneh, melihat dua kelompok 11 orang berebut bola disaksikan ribuan penonton. Sepakbola ini contoh kapitalisme kalau dari sisi ekonomi,’’ kata Beni.

Menurut Beni, di Muba warganya sangat gandrung dengan sepakbola. Mulai dari pimpinan hingga rakyat, sepakbola menjadi primadona.

“Sebagai pembina cabang olahraga, sering iri. Sepakbola selalu jadi primadona. Kata kuncinya prestasi. Sepakbola bola memang prestise. Industri sepakbola modern juga sudah ada di Indonesia. Ini terlihat dari kompetisi yang berjalan di Indonesia. Bahkan saking kental industrialnya, maka banyak saluran tv kabel yang membeli hak siar. Sehingga sering diacak untuk penonton. Dalam sepakbola ini semua untung. Posisi pemerintah dalam industri sepakbola tak bisa terlibat pendanaan dalam liga pro. Maka jika dua tim ini lolos ke liga pro, pemerintah termasuk Camat tak bisa lagi terlibat pendanaan langsung,’’ paparnya.
Dimana sisi keuntungan pemerintah, menurut Beni, tentu dalam rantai ekonomi. Baik dari sisi pajak maupun ikutan ekonomi yang bergerak.

Baca Juga  Secara Virtual Beni Hadiri Penyerahan DIPA dan TKDD dari Presiden RI

Khusus soal Muba Babel United, Beni menyebut dari 2020 lalu bersama Dodi bukan membeli klub tersebut. Tak ada satu senpun duit Pemkab Muba yang terpakai.

“Kami hanya memanfaatkan atmosfer yang sangat nyaman bagi klub saat tanding. Ini peran yang kami ambil. Karena Babel United awalnya semacam sesak nafas dan kurang udara, maka kami mengisi celah ini. Baik dari sisi lapangan, sponsor, dukungan dan lainnya. Aku ditugaskan Pak Dodi menjemput dan bicara dengan komitmen menciptakan atmosfer yang sangat nyaman bagi Babel United, untuk pindah home base di Muba,” ungkap Beni.

Termasuk pembiayaan profesional klub ini, tambah Beni. “Di sinilah lalu munculah MCF (Muba Corporate Forum) sebagai pihak swasta untuk pendanaan olahraga termasuk sepakbola, Muba Babel United. Ini terdiri dari semua perusahaan yang ada di Muba, lembaga non pemerintah yang didirikan untuk mensupport olahraga. Tugasnya mendorong dan mendukung sepakbola profesional. Inilah rantai industri sepakbola modern di Muba,” tandas Beni.

Sifat MCF, lanjut Beni, adalah gotong-royong dan tanpa patokan pasti. Ini dikarenakan karakter perusahaan dan masyarakat Muba yang spesifik, yang beda dengan daerah lain. “Makanya kita sebagai pemerintah ikut membantu, merubah wacana agar perusahaan mau jadi sponsor,’’ ujarnya.

Baca Juga  Giliran Pengurus DMI Lawang Wetan Dilantik Plt Bupati Muba

Ke depan, tandas Beni, jangan politik yang dikedepankan dalam mengurus sepakbola. Sepakbola tak bergantung satu figure, tapi sama rata, semua sama punya peluang menjadi sponsor.

“Tapi klub harus siap transparan dan profesional. Ini yang harus kita ciptakan. Butuh sepuluhan miliar untuk di Liga 2. Nah, dalam konsep modern bisa dibagi banyak sponsor, crowd system, sehingga tak berat. Saya mensyaratkan ini untuk sebuah awal sepakbola modern profesional berbasis crowd system. Inilah industri sepakbola modern,” tutupnya. RIL

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya