oleh

Oknum Dosen Unsri Mangkir Panggilan Polisi

PALEMBANG.PE- Oknum dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial A yang dilaporkan oleh mahasiswinya, DR (22), dengan dugaan melakukan tindak pencabulan, mangkir dari panggilan Subdit IV Renakta Distreskrimum Polda Sumsel, Jumat (03/12).

Demikian ditegaskan oleh Kasubdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni, Jumat (3/12). Menurut Masnoni, oknum dosen A tidak hadir saat dipanggil Subdit IV Renakta Distreskrimum Polda Sumsel.

Dia akan diklarifikasi, terkait laporan oleh DR, mahasiswi Unsri yang mengaku telah dicabuli A saat meminta tanda tangan skripsinya.

“Benar hari ini terduga terlapor yang merupakan oknum dosen inisial A yang kita panggil sebagai saksi terkait laporan korban DR. Namun dia mangkir dari panggilan, karena ada urusan keluarga,” jelasnya.

Kompol Masnoni menegaskan, pada Senin (6/12) terlapor A akan kembali dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangannya. “Jika A kembali tidak memenuhi laporan kita, maka akan kita lakukan upaya paksa,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) melalui petugas Subdit IV PPA Ditreskrimum Polda Sumsel mendatangi Kampus Unsri Indralaya untuk melakukan olah TKP, Rabu (01/12/2021) siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Petugas yang dipimpin langsung oleh Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Kompol Masnoni, mendatangi ruang Lab Pendidikan Sejarah FKIP Unsri , didampingi pihak Reskrim Polres Ogan Ilir, pihak Unsri dan korban DR sendiri.

Tapi sayang dalam aksi olah TKP ini, petugas mengalami hambatan. Meskipun petugas sudah melakukan pertemuan dengan Pembantu Rektor III Unsri, ruang TKP masih terkunci alias tergembok, pihak pegawai FKIP sempat mengatakan kunci dibawa salah satu asisten dosen yang tinggal di Palembang.

Namun, ditunggu beberapa jam hingga 16.30 WIB, akhirnya kunci tersebut datang, dan pintu Lab Pendidikan Sejarah terbuka, pihak petugaspun bisa melakukan Olah TKP dengan lancar.

Baca Juga  Polantas Ditabrak Saat Hentikan Pengendara Motor

Dalam olah TKP tersebut, pelapor DR langsung diminta memperagakan kronologi kejadian di ruangan Lab tersebut, sedangkan oknum Dosen cabul diperagakan oleh petugas dari Polda Sumsel sendiri. Selintas terlihat dan terdengar saat memperagakan kronologi kejadian, korban menangis agar hal ini jangan direkam dan difoto, meskipun korban sudah menutupi bagian wajahnya dengan jaket hitam.

“Tujuan kita hari ini, untuk melihat bagaimana awal kejadian ini, kasus pencabulan. Setelah olah TKP ini kita paham, bagaimana awal mula kejadian, jadi ada persesuaan dengan apa yang dilaporkan korban,” ujar Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Kompol Masnoni didampingi Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir.

Menurut Kasubdit, setelah melihat olah TKP ini, ada pelecehan yang dilakukan oknum Dosen atau terlapor. “Korban dicium, dipeluk, bahkan diminta terlapor untuk memegang alat kelaminnya hingga terlapor ejakulasi. Ya, menikmati sepertinya terlapor,” ungkapnya.

Awalnya ditegaskan Kasubdit, bahwa pelapor meminta tanda tangan penyelesaian Skripsi dimana terlapor sebagai dosen pembimbing. “Terus ada curhat keduanya, disinilah kesempatan itu ada. Lama kejadian diruangan ini 10-15 menit, sekitar pukul 09.00 WIB, paada hari Sabtu dua bulan yang lalu,” terangnya. KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya