oleh

Ganti Rugi Lahan Belum Dibayar, Ratusan Warga Jungai Kembali Tutup Akses Pengerjaan Jalan Tol Zona 6

PRABUMULIH, PE – Ratusan warga dari Desa Jungai yang belum menerima ganti rugi lahan tol kembali melakukan aksi memblokir akses pembangunan jalan tol di Zona 6 tepatnya di wilayah perbatasan Talang Batu dan Desa Jungai Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kota Prabumulih.

Aksi ini dilakukan karena pembayaran ganti rugi lahan tak kunjung selesai. Pemblokiran akses lintasan jalan tol di zona 6 ini, dikarenakan perjanjian jual beli lahan hampir 1 tahun belum juga dibayar. Wargapun akan tetap memblokir akses jalan tol jika belum dibayar.

Pantauan dilapangan dalam pemblokiran proyek jalan tol tersebut, warga juga membentangkan spanduk yang bertuliskan ” YANG TERHORMAT BAPAK JOKOWI WIDODO, KAMI RAKYAT KECIL MEMINTA KEADILAN TANAH KAMI SUDAH DIGUSUR UNTUK PEMBANGUNAN JALAN TOL TETAPI  SAMPAI SEKARANG BELUM ADA PEMBAYARAN “. Dimana tujuannya untuk mengungkapkan kekesalan dan meminta pembangunan akses jalan tol dihentikan sementara.

Menurut salah satu warga Desa Jungai Edy Chosi menyampaikan tuntutan kepada pihak Polres Prabumulih, BPN dan Pengadilan Negeri Prabumulih, agar mohon ada tindaklanjut untuk lahan kami yang di bangun proyek jalan tol ini.

“Kami tidak akan membuka aktivitas perkerjaan jalan tol sebelum
pembayaran lahan kami dibayarkan. Kami warga merasa di rugikan,” ucapnya kepada media saat aksi pemblokiran jalan tol di perbatasan desa jungai kemarin.

Sementara itu Lingki Surmadi warga yang juga terdampak lahan tol mengatakan, sebelum penggarapan lahan pembangunan proyek jalan tol tersebut adalah kebun karet warga. “Benar, ini mata pencarian warga dari hasil karet tersebut. Kebun karet yang selama ini kami garap bisa menghasilkan uang dalam satu bulan mencapai 2.500.000,- hingga 3.000.000,- ,” terangnya.

Terpisah, Cary Riovani Humas HKI mengungkapkan, pada intinya warga setempat membela haknya karena disini lahannya sudah di garap tapi uangnya belum turun. Oleh karena itu, warga datang untuk sementara waktu menutup akses pengerjaan.

“Saya berharap dari pihak terkait agar uang masing-masing warga cepat cair jadi bisa beraktivitas kembali kami. Dari pihak HKI menyetujui membela yang benar terhadap warga yang terdampak lahan tol tersebut, disini kita saling pengertian lahan sudah digarap uang belum cair,” pungkasnya. RAY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya