oleh

Begal Opang, Tukang Parkir Dihajar “Timah Panas”

PALEMBANG, PE – Bermoduskan meminta antar ke Rumah Sakit (RS) AR Rasyid di Jalan HM Soleh, Kecamatan Sukarami Palembang, Angga Saputra (22) nekat melakukan aksi pembegalan terhadap seorang tukang ojek pangkalan (Opang) bernama Karim (25). Peristiwa itu terjadi di samping RS AR Rasyid Palembang, Senin (11/10) sekitar pukul 18.30 WIB.

Atas kejadian itu pelaku yang berprofesi sebagai tukang parkir ini harus berurusan dengan hukum, usai diamankan anggota Unit Pidum bersama Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang ditempat persembunyiannya, Senin (29/11) sekitar pukul 23.30 WIB. Namun saat akan ditangkap pelaku mencoba melawan, sehingga diberikan tindakan tegas.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, bahwa pelaku meminta diantarkan korban ke RS AR Rasyid Palembang. Saat tiba di lokasi, pelaku nekat melakukan aksi pembegalan.

“Sebelum sampai ke RS AR Rasyid, pelaku bersama pelaku Pian yang sedang menjalani hukuman melakukan aksi pembegalan dan berhasil mengambil motor korban,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/11).

Dirinya menuturkan, dalam aksi pembegalan pelaku bertugas melihat kondisi sekitar. Sedangan pelaku Pian menakut-nakuti korban, dengan mengacungkan senjata tajam (sajam) jenis parang ke arah korban.

“Korban yang takut langsung kabur meninggalkan motornya, kemudian pelaku dari keterangannya membawa lari motor itu dan menjualnya dengan temannya pelaku Pian seharga Rp 2 juta,” katanya.

Selain mengamankan pelaku, anggotanya turut mengamankan barang bukti berupa satu buah sajam jenis parang dan satu lembar STNK motor Jupiter milik korban. “Atas ulah pelaku kita jerat hukum penjara diatas lima tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku Angga mengakui perbuatannya, yakni melakukan aksi pembegalan terhadap korban dengan modus meminta antar ke RS AR Rasyid Palembang. “Sebelum sampai ke RS AR Rasyid Palembang, kami melakukan aksi itu dan berhasil mengambil motor korban,” aku dia.

Baca Juga  Pengedar Ekstasi Syok saat Tahu Pembelinya Polisi

Selanjutnya motor korban pelaku jual ke daerah Kertapati seharga Rp 2 juta. “Motor kami jual ke temannya Pian seharga Rp 2 juta. Saya mendapatkan Rp 300 ribu, dan sisanya pelaku Pian yang mengambilnya. Setelah menjual motor itu, kami membeli Sabu untuk dikonsumsi,” tutupnya. KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya