oleh

Kemenkominfo Edukasi Netizen Bagaimana Cara Manfaatkan Teknologi Digital Bisa Kreatif dan Produktif

PALEMBANG, PE – Dengan banyaknya kemudahan di era digital bukan alasan untuk kecanduan digital ke arah negatif. Secara eksklusif, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) lewat penyelenggaraan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang, Jumat (26/11) mengedukasi netizen bagaimana caranya memanfaatkan teknologi digital kita harus bisa kreatif dan produktif walaupun dari rumah.

Empat narasumber berkompeten dihadirkan mengupas tema “Kecanduan: Internet Ubah Konsumtif Jadi Produktif” dalam webinar tersebut antara lain Anwar Fattah ST MTI PhD (Dosen dan Cyber Security Officer IT PHKT), Rizki Hesananda SKom MKom (Lecture dan Programmer), Vegitya Ramadhani Putri SH SAnt MA LLM. (Antropolog dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya) dan Drs Ramot Siahaan MSi (Kepala SMK Negeri 4 Palembang).

Moderator Lingga Zahran Celestio memberikan kesempatan kepada Key Opinion Leader (KOL) Leon, Owner Rumah Makan Legoh @rmlegoh untuk sekilas mengomentari tema yang diangkat pada webinar kali ini. Selanjutnya, pada sesi akhir, KOL ini juga memberikan beberapa tips dan pengalaman dirinya di ruang digital.

“Ada fenomena yang terjadi, di satu sisi semua pembelajaran harus melalui online di sisi lain siswa atau anak harus dibatasi supaya tidak terkena hal-hal negatif atau kecanduan internet. Inilah permasalahan yang harus dicermati setiap kita orangtua,” kata Leon yang berdomisili di kota Bandung.

Vegitya Ramadhani Putri, Antropolog dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) tampil sebagai narasumber ketiga pada sesi webinar ini menambah lagi wawasan peserta webinar.

“Mengapa kecanduan internet, itu disebabkan beberapa faktor di antaranya inovasi teknologi, aksesabilitas, transformasi paradigma. Khusus transformasi ini saya jabarkan dengan ilustrasi perubahan bahwa aktivitas manusia sekarang sudah menjadikan internet sebagai sebuah sarana pemenuhan kebutuhan,” kata Vegi, panggilan akrab narasumber ini.

Baca Juga  Kemenkominfo Imbau Netizen Berhati-Hati Dalam Menyebar Data Pribadi

Ada beberapa permasalahan dipaparkan Vegi seperti adanya kebutuhan seseorang yang perlu dihargai dan pada level tertentu profesi-profesi baru yang kurang diantisipasi.

“Saya contohkan, mahasiswa punya banyak teman di medsos tapi dengan teman sekelas dia tak tahu. Dia banyak kumpulan yang mengelink, tapi hasil akademiknya kurang dari rata-rata. Ini sebuah fenomena yang terjadi sekarang,” ujar Vegi yang juga memaparkan beberapa jenis kecanduan-kecanduan internet.

Narasumber terakhir, Drs Ramot Siahaan MSi yang juga Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Palembang yang mengulas bagaimana etika menggunakan digital. Menurutnya, Tepat penggunaan dan bijak dalam pemakaian adalah sebuah kalimat untuk memberi rambu-rambu kita berinternet.

“Semua masyarakat saat ini sangat bergantung dengan perangkat teknologi digital. Komunikasi secara online dan pemenuhan kebutuhan adalah faktor penting dalam beraktivitas di era ini,” kata Ramot yang juga memaparkan beberapa fasilitas dalam beberapa bentuk konten yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti kelompok Fb, telegram, WA, dan sebagainya.

Strategi bermedsos, berpikir dua kali sebelum share. Karena akan banyak masalah terjadi jika sudah dishare baru sadar ada hal yang salah dan keliru. Ramot menyebutkan, etika adalah akhlak yang dijabarkan dalam beberapa pendapat tentang definisi akhlak atau etika.

Dia juga memaparkan beberapa hal seperti adanya kesadaran bahwa kita adalah makhluk Tuhan dengan norma-norma agama yang berlaku. Selanjutnya, ada kesadaran bahwa manusia itu saling membutuhkan.

Webinar dibuka dengan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI. Lantas keynote speech kedua disampaikan Walikota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar ini.

Baca Juga  Narasumber Webinar Literasi Digital Sumatera 1 Ungkap Penyebab Sulitnya Dampingi Anak Belajar di Rumah

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam peserta lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang kembali digelar Kemenkominfo RI ini bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. “Melalui kegiatan literasi digital ini, sesuai dengan arahan Kemenkominfo untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat khususnya di wilayah kota Palembang melalui gerakan Webinar Literasi Digital 2021 Kota Palembang. Peserta kali ini pun tercatat 471 peserta dari berbagai kalangan seperti kalangan dosen, guru, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum,” ujar Suryati, Jumat (26/11).

Selanjutnya webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Nasional 2021 Kota Palembang akan digelar kembali pada 29 Nopember 2021 pukul 09.00 – 12.00 WIB dengan tema “Mari Berbahasa Yang Benar dan Beretika di Dunia Digital. Adapun narasumber yang akan ditampilkan di antaranya Diana Amaliasari MSi (Akademisi Pembentukan Karakter), Koharudin ST (Kepala Seksi Layanan Hubungan Media), Dr Ir Hj Tri Widayatsih MSi (Dosen Pascasarjana Universitas PGRI Palembang) dan Yufrizal (Kepala SMP Negeri 51 Palembang). IQB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya