oleh

Sukses E-Learning dengan Kemampuan Literasi Digital

PALEMBANG, PE – Belajar online sudah jadi kebutuhan di mana-mana. Bahkan sebelum pandemi virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid-19) terjadi. Dalam kesempatan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang, Kamis (15/11), Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) mengedukasi bagaimana caranya agar belajar online bisa sukses dan berhasil dengan optimal.

Webinar dengan tema “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital” ini menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Ir Prayudi Widyanto MM (Professional Bussiness Coach), Muhaimin SIP MA (CEO Nextup ID), Lastri Widya Astuti MKom (Kepala Lembaga Pengembangan Akademik dan Penjaminan Mutu/LPAPM Universitas IGM Palembang) dan Prima Iswarti SPd (Kepala SMP Negeri 47 Palembang).

Salah seorang narasumber yakni Prima Iswarti membeberkan, belajar online yang juga disebut E-learning merupakan salah satu metode proses belajar mengajar yang menggunakan internet dan perangkat teknologi dalam menyampaikan materi pada siswa yang berada di rumah.

Lebih rinci Prima mengurai delapan manfaat belajar online atau e-learning sebagai metode pembelajaran terkini di era pandemi virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid-19). Antara lain pertama praktis dan fleksibel. Dengan online learning, interaksi antara guru dan siswa akan lebih praktis karena tidak harus menempuh perjalanan untuk bertemu.

“Pendekatan yang lebih sesuai Online learning menggunakan pendekatan teknologi yang lebih sesuai pelajar masa kini dibandingkan metode konservatif belajar di kelas. Pengalaman belajar yang menyenangkan Online learning sudah melepaskan item-item pembelajaran di kelas seperti guru dengan spidol dan papan tulis, serta siswa dengan catatan dan pulpen,” ulasnya.

Manfaat keempat yakni lebih personal beberapa teknik online learning mungkin menggunakan materi-materi yang bersifat satu arah, namun banyak juga yang sudah menyediakan komunikasi dua arah. Kelima, hemat waktu dan biaya dalam pembelajaran konvensional selama dua jam, misalnya, dibutuhkan waktu setidaknya 3 jam hingga kelas dimulai karena perpindahan ruang. Baik guru dan siswa harus sama-sama menempuh waktu perjalanan untuk mencapai kelas yang digunakan untuk belajar.

Manfaat keenam, sudah didokumentasi dengan metode pembelajaran konvensional, siswa perlu mencatat atau untuk membuat salinan materi pelajaran untuk diri mereka. Ramah lingkungan dengan berkurangnya mobilitas, secara tidak langsung kamu sudah mengurangi polusi yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor.

“Alternatif selama social distancing wabah covid-19 membuat kita harus membatasi interaksi sosial untuk memutus rantai penyebarannya, termasuk proses belajar mengajar di kelas,” pungkasnya.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemkot Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring ada 546 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, dosen dan kalangan umum.

Alhamdulillah kita terus berharap antusias masyarakat masih tetap tinggi dalam rangka literasi digital ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat banyak dalam mendukung program pemerintah cerdas berinternet dengan Program Webinar Literasi Digital yang digelar Kemenkominfo RI ini,” ujar Suryati.

Selanjutnya webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Nasional 2021 Kota Palembang akan digelar kembali Jumat (26/11) dengan tema “Kecanduan Internet : Ubah Konsumtif Menjadi Produktif” sekaligus menghadirkan narasumber di antaranya Anwar Fattah ST MTI PhD (Dosen dan Cyber Security Officer IT PHKT), Rizki Hesananda SKom MKom (Lecture dan Programmer), Vegitya Ramadhani Putri SH SAnt MA LLM (Antropolog dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya) dan Drs Ramot Siahaan MSi (Kepala SMK Negeri 4 Palembang). IQB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed