oleh

Sabu Senilai Rp 14 Milyar Dimasukan Mesin Cuci

LUBUKLINGGAU.PE- Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar didampingi Kapolres, AKBP Nuryono, Wakapolres, Kompol Bagus Adi Suranto, Kasat Narkoba, Iptu Hendri dan Kasubag Umum BNN Kota Lubuklinggau, Apandi, perwakilan Kodim 0406 dan Kejaksaan, memusnahkan barang bukti Narkoba jenis Sabu-sabu seberat 13 kilogram atau senilai Rp14 Milyar, 2.200 butir Ekstasi dan serbuk Ekstasi seberat 1,6 kg.

Jika biasanya pemusnahan dilakukan dengan cara diblender, kali ini lain, karena banyaknya barang bukti, pemusnahan dilakukan dengan cara diputar dengan dua mesin cuci. Barang bukti Narkoba dituangkan ke dalam mesin cuci, lalu dicampur air, ditambah dengan deterjen dan cairan pembersih lantai, lalu diputar.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono didampingi Kasat Narkoba, Iptu Hendri dihadapan wartawan mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil ungkap kasus dari bandar atas nama Niko Rahfika alias Niko (31), warga Jalan Depati Said RT 04, Kelurahan Lubuklinggau Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau. Tersangka juga merupakan residivis kasus Narkoba, ditangkap di rumahnya, Selasa (9/11/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

Dari pengembangan, tersangka Niko ini merupakan jaringan antar Provinsi.“Barang didapat dari Sumatera Utara, juga dikendalikan jaringan Aceh. Dari Lubuklinggau, akan diedarkan ke Palembang hingga Jakarta,” katanya usai pemusnahan, di Mapolres Lubuklinggau, Kamis (25/11/2021).

Dia menjelaskan, pemusnahan barang bukti merupakan bagian dari proses penyidikan, barang bukti telah dilakukan pengecekan di laboratorium forensik, dan benar mengandung Amfetamin. “Sehingga dilakukan pemusnahan, tentunya sudah kita sisihkan untuk barang sampel di persidangan. Ini sengaja dimusnahkan segera, karena barang bukti takut terjadi penyimpangan dan sebagainya,” katanya.

Pihaknya, akan terus memantau untuk antisipasi peredaran narkoba di Lubuklinggau. Diakuinya, Lubuklinggau merupakan kota transit, siapa saja bisa melintasi wilayah Lubuklinggau.

“Ketika ada terdeteksi maupun laporan masyarakat, segera dilakukan tindakan. Kita akan lakukan pemantauan ekstra atau lebih ketat lagi, apa lagi jelang Tahun Baru. Jangan sampai Lubuklinggau menjadi tempat peredaran narkoba,” pungkasnya.

Wakil Wali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar mengatakan, atas nama pemerintah, pribadi maupun masyarakat, mengapresiasi setinggi-tingginya kerja Kapolres dan jajaran.

Menurutnya, ungkap kasus dengan barang bukti narkoba sebanyak itu merupakan prestasi. Karena jika narkoba itu beredar, puluhan ribu generasi muda akan rusak. “Artinya dengan barang bukti yang kita saksikan pemusnahannya, ini telah menyelamatkan puluhan ribu anak muda,” katanya.

Wakil Wali Kota berharap, ke depan Polres, masyarakat, BNN dan pemerintah terus melalukan upaya menghentikan peredaran Narkoba.“Dari awal kita sudah membentuk satgas, membentuk kampung bersih narkoba, dan setiap kegiatan yang melibatkan orang banyak, selalu kita berikan edukasi tentang ancaman narkoba,” katanya. JEJE

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed