oleh

Bocah Penderita Hidrosefalus dan Gizi Buruk Dibawa ke RSUD

INDRALAYA. PE- Mendapat informasi adanya bocah 5 tahun yang mengidap penyakit Hidrosefalus atau menumpuknya cairan di dalam rongga otak dan gizi buruk, Dinas Kesehatan Ogan Ilir gerak cepat membawa bocah tersebut ke RSUD Kabupaten Ogan Ilir di Tanjung Senai, Kamis (25/11/2021).

Bocah tersebut bernama Wahyu Hidayat, warga Dusun III Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Anak kelima dari pasangan suami istri Sopar (42) dan Rusmi (39). “Kamis berterima kasih kepada media atas informasi ini, sehingga kita bisa bujuk keluarga korban untuk dibawa ke RSUD ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, H Hendra Kudeta, melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Rachmad Edward.

Menurutnya, pihaknya melalui Puskesmas dan Bedan Desa setempat sudah rutin melakukan pengecekan kesehatan bocah tersebut dan memberikan makan bergizi. “Tapi memang selama ini, keluarga yang bersangkutan tidak mau dibawa ke RSUD, dan Alhamdulillah melihat kondisi anaknya yang tetus mengalami penyusutan badan dan kondisinya makin buruk, keluarganya mau sang dibawa ke Rumah Sakit ini,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan bersama pihak RSUD Ogan Ilir, akan berusaha semaksimal mungkin untuk mrmberikan pelayanan yang terbaik untuk bocah tersebut. “Jika memang perlu dirujuk ke Rumah Sakit Palembang, kita akan rujuk demi kesembuhan anak ini. Mohon doanya, semoga anak ini bisa lekas sembuh, dan bisa bermain dengan anak-anak seusianya,” tukasnya.

Sementara itu, orang tua Wahyu mengatakan, bahwa putra mereka kerap mengalami kondisi kesehatan yang tak menentu sejak usia 1 tahun. “Wahyu sejak kecil sering sakit-sakitan. Kadang sehat kadang sembuh,” ujar Rusmi, ibunda Wahyu di RSUD Ogan Ilir.

Menurut Rusmi, memang selama ini, banyak pihak memintanya agar anaknya dibawa ke Rumah Sakit. “Dari ayahnya yang minta, keluarganya, tetangganya, bidan desa, dan pihak Puskes. Tapi saya yang tidak mau, karena terkendala dana,” bebernya.

Diakuinya memang untuk pengobatannya geratis, tapi biaya kami mereka menunggu dan kesana kesini tidak ada. “Ya, melihat kondisi anak saya seperti ini, yang terus mengalami penurunan kesehatannya, jadi saya mau dibawa ke Rumah Sakit ini, Insya Allah ada saja rezekinya,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.

Dijelaskannya juga, bahwa puncak penurunan kesehatan anaknya sejak dua bulan lalu. Kondisi kesehatan Wahyu mulai memperihatinkan. Berat badannya turun drastis, tubuh, kaki dan tangan, Wahyu juga kurus. “Awalnya berat badan anak saya 12 kilo. Sekarang 7,8 kilo,” katanya.

Selain itu, Wahyu juga mengalami gejala hidrosefalus, kepalanya berukuran lebih besar daripada ukuran sewajarnya. “Memang sejak umur 1 tahun, ukuran kepala anak saya sudah lain. Tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Rusmi.

Keseharian Rusmi dihabiskan untuk menemani putra bungsunya itu. Sementara suami Rusmi, Sopar, bekerja mencari nafkah dengan menjadi kuli bangunan yang penghasilannya tak menentu. “Saya selalu bersama Wahyu, karena anak saya tidak bisa jalan sendirian. Berdiri pun harus dituntun, dipegang,” tukasnya. VIV

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed