oleh

Kecewa Atas Pembatalan Cabor Bulutangkis di Porprov OKU Raya, Walikota Prabumulih Ajak Kepala Daerah Mundur Jika Ada Atlet Luar Provinsi

PRABUMULIH, PE – Diduga akibat adanya atlet profesional jebolan pelatnas Cipayung dipakai beberapa daerah dalam Cabang Olahraga (Cabor) Bulutangkis pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XIII di OKU Raya, membuat cabor ini dibatalkan. Bahkan Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya MM sangat menyesalkan karena tidak sportif, serta mengajak seluruh kepala daerah di Sumsel agar bersama-sama mengundurkan diri jika mendapati adanya atlet dari luar yang bertanding diajang Porprov.

“Olahraga ini identik dengan sportivitas tapi malah kita ketahui di Porprov OKU Raya justru tidak sportif, dimana ada daerah memakai atlet di luar Sumsel. Kita kecewa dan sesalkan sekali itu. Saya himbau Bupati dan Walikota yang sayang dengan Sumsel agar kita mundur semua jika menemukan ada atlet dari luar,” katanya saat diwawancarai awak media, Rabu (24/11).

Masih kata Ridho Yahya, biarlah pihaknya tidak mengirim atlet di cabor apa saja. Kalau ada atlet dari luar maka sama-sama mengundurkan diri. “Biarlah kita jadi subtitank saja dan orang luar yang bertanding, Itu memalukan dan membohongi diri sendiri,” tegasnya.

Walikota yang gemar olahraga Bulutangkis dan Sepak Bola serta Tenis menegaskan, dirinya juga kecewa dengan KONI Sumsel saat ini dimana diharapkan mengutamakan atlet-atlet Sumsel dalam pertandingan Porprov namun justru masih ada mendatangkan atlet dari luar daerah.

“Selain itu KONI kan selama ini menggaung-gaungkan terus pembinaan atlet, tapi justru mendatangkan atlet dari luar. Itu bukan pembinaan namanya, percuma ada kata-kata pembinaan,” tegasnya seraya dulunya berharap Koni menelurkan atlet yang dibina dari orang-orang Sumatera Selatan bukan dari luar.

“Coba bayangkan, kita latihan sejak lama tapi pada saat pertandingan justru tidak dipakai, kecewa gak, kecewa sekali pasti. Kapan Sumsel akan maju kalau begini terus,” bebernya.

Untuk itu Ridho mendesak KONI Sumsel untuk berbenah. “Karena semestinya kalau pembinaan benar-benar maka tidak boleh atlet dari luar, kalau atlet daerah kita kurang baik maka beri pelatihan maksimal dan kirim berlatih ke luar atau datangkan pelatih terbaik sehingga yakin berapa tahun kedepan Sumsel akan memiliki atlet-atlet hebat,” tuturnya.

Kebiasaan memakai atlet dari luar daerah itulah diduga yang membuat Sumsel tak pernah juara pada saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON). “Percuma juga juara umum di Porprov kalau atlet juara itu tak bisa dipakai untuk dikirim di PON, itu harus evaluasi kedepan,” tuturnya seraya mengaku atlet-atlet itu tau mana atlet lokal dan mana atlet dari luar provinsi.

Untuk diketahui, sebanyak 12 kabupaten kota di Sumsel cabang olahraga Bulutangkis mengundurkan diri dalam ajang Porprov ke XIII di OKU Raya. 12 Kabupaten dan kota di Sumsel itu sebelumnya melakukan protes keras karena menduga adanya beberapa kabupaten dan kota yang terindikasi memakai atlet profesional jebolan pelatnas Cipayung. Hal itulah yang membuat Ketua PBSI Sumsel mengumumkan pembatalan cabor Bulutangkis dan menetapkan empat daerah yang tidak ikut protes menjadi juara. RAY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed