oleh

Kemenkominfo Edukasi Kiat Cegah Anak Kecanduan Digital

PALEMBANG, PE – Internet dan alat digital merupakan barang yang pasti sering digunakan dan sangat akrab di kalangan anak-anak setiap hari. Belajar dalam jaringan (daring) atau online, bermedia sosial, main game sudah menjadi kegiatan sehari-hari. Namun demikian, jangan biarkan anak-anak kita menjadi kecanduan digital!

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) kali ini mengangkat tema “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”. Tema ini sengaja diangkat dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat Indonesia bagaimana mengatasi anak kecanduan digital.

Webinar yang digelar Selasa (23/11) pukul 09.00 WIB -12.00 WIB ini menghadirkan narasumber di antaranya Aprikie Putra Wijaya (Direktur Eksekutif Indosmap Research and Consulting), Ika Meilani Untari SSi. (Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik), Chairul Mukmin, M.Kom (Dosen Universitas Bina Darma dan Pembina Bina Darma Cyber Army) dan Sabdaria Zaima, SPd (Guru SMP Negeri 27 Palembang).

Chairul Mukmin MKom (Dosen Universitas Bina Darma dan Pembina Bina Darma Cyber Army) yang membawakan materi tentang kecakapan digital. Chairul mengatakan kecakapan digital Merupakan pengetahuan dalam memanfaatkan media digital seperti alat komunikasi dan jaringan internet.

“Kecakapan digital tidak hanya mampu dalam menggunakan gawai, tetapi cerdas dan bijak dalam penggunaannya juga,” ujar Chairul.

Chairul memberikan tips agar anak tidak terpengaruh negatif berlebihan di dunia digital yaitu di antaranya batasi waktu penggunaan gadget bagi mereka, dampingi anak saat berinternet, beri tahu konten yang baik dan positif dan lebih mengarah pada pengetahuan dan teknologi, dan berkomunikasi dengan terbuka.

“Untuk melakukan semua ini, orangtua juga harus mengupdate pengetahuan digitalnya yang masuk kriteria seperti update komunikasi yang baik terhadap anak, update mengetahui minat belajar dan bermain anak, update untuk mengetahui kebiasaan anak, Update mindset bahwa teknologi itu seharusnya mempermudah bukan, dan mempersulit ataupun membahayakan. Jadi kesimpulannya bahwa Orang adalah Role Model Utama Bagi Anaknya,” tegasnya.

Baca Juga  Webinar Literasi Digital Ulas Kiat Kreatif dan Produktif dari Rumah

Sabdaria Zaima SPd (Guru SMP Negeri 27 Palembang) sebagai narasumber pada kesempatan ini memaparkan tentang etika digital. Menurut dia, peran orangtua tetap diperlukan dalam mendampingi anak remaja dalam menggunakan media digital.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan di antaranya Minta anak tidak mengunci akun media sosialnya agar tetap terpantau, Ingatkan untuk menghindari tayangan Iklan Rokok, Miras, Narkotika , Pornografi dan Konten negatif lainnya, Ajak bersikap kritis dalam menyikapi suatu informasi dan melakukan verifikasi informasi, dan Eksplorasi minat dan bakatnya menggunakan informasi yang ada.

Sementara masih kata Sabdaria, cara mengajarkan etika digital pada anak antara lain Ajarkan Konsep ”Perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan”, Jelaskan kekurangan Komunikasi Online, kita tidak tahu bagaimana sebenarnya respon orang lain saat berinteraksi di dunia maya; nada bicara sangat berpengaruh dalam komunikasi online, ajarkan anak untuk membuat Postingan yang jujur dan konten positif bukan yang negatif (yang berisi ujaran kebencian, menyindir, vulgar dan hoaks), dan jelaskan ada jejak digital yang tidak mudah di hapus dan tersimpan dalam jangka waktu yang sangat lama.

Etika digital yang harus dikuasai Jangan menyebarkan capture percakapan private ke area public atau kepada orang lain. Memaafkan jika orang lain membuat kesalahan, Taat pada standar perilaku online yang sama kita jalani dalam kehidupan kita. Sebaliknya, etika digital yang harus dikuasai di antaranya keberadaan orang lain, Menggunakan Bahasa yang sopan dan santun, Penulisan Ejaan yang benar ,tidak huruf capital semuanya, Menghargai hak cipta orang lain,Hormati waktu dan bandwidth orang lain, Hormati privasi orang lain dan Cermat dan bijak daIngatlah lam memilih stiker dan emoji yang ada di medsos.

Manfaat literasi digital di antaranya Memudahkan mencari informasi terkini secara cepat, Memperluas jaringan, membangun relasi dalam mennjuang proses pengembangan diri, Mempermudah proses komunikasi, dengan bantuan aplikasi seperti WhatsApp, Line, Facebook Messenger kita dapat dengan mudah membangun komunikasi dengan orang lain, dan Berpikir lebih kritis, kreatif dan inovatif dalam memecahkan suatu masalah.

Baca Juga  4 Narasumber Webinar Literasi Digital Beri Edukasi Menjadi Pendidik Cerdas dan Cakap Digital

Webinar dibuka dengan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI. Lantas keynote speech kedua disampaikan Walikota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut.

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam peserta lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 704 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

Alhamdulillah, antusias masyarakat mengikuti webinar ini masih tinggi. Kami sangat bersyukur, melalui kegiatan literasi digital ini, sesuai dengan arahan Kemenkominfo untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat khususnya di wilayah kota Palembang melalui gerakan Webinar Literasi Digital 2021 Kota Palembang,” kata Suryati, Selasa (23/11).

Webinar selanjutnya akan digelar kembali Rabu (24/11) tema “Cegah dan Tangkal Bahaya Pornografi Juga Pelecehan Seksual di Internet”. Adapun narasumber yang dihadirkan di antaranya Ika Dwinita Sofa SP MBA (Group Head of Strategic Management/ Corporate Planning), Mariana R.A. Siregar, M.Ikom (Akademisi Bidang Komunikasi), dr. Desi Oktariana, M.Biomed. (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya_dan Rini Anggraini, M.Pd (Wakil Kepala SMP Negeri 12 Palembang Bid.Kurikulum, CGP Angkatan 4 Kota Palembang). IQB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya