oleh

Disuruh Pilih 1 Atau 3, Malah Lebih Senang Juara 3

PALEMBANG, PE – Raut muka tidak percaya ditunjukkan Desvinta Diva Maharani, siswa SMA Negeri 13 Palembang saat dinyatakan sebagai juara pertama dan meraih tiket grand final mewakili sekolahnya pada Lomba Sang Juara ‘Payo Ke Museum’ di Auditorium Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa, Selasa (23/11/2021). Bisa menuju partai pamungkas adalah prestasi yang tidak disangka-sangkanya.

Diva, sapaan akrabnya, terlihat bingung saat pembawa acara dari Palembang Ekspres menyodorkan dua papan gabus bertuliskan Juara 1 dan Juara III, untuk dipilihnya.

“Diva mau juara berapa, satu atau tiga,” tanya Sri Devi dan Juli Aulia, sang pembawa acara.

Berpikir sejenak, Diva malah memilih juara 3. Ia sepertinya tidak percaya diri bakal menjadi juara pertama. Baginya, meraih tiket grand final dirasa sudah cukup. Ternyata ia keluar sebagai yang terbaik dalam lomba tersebut.

Benar atau salah, sebelah utara Negara Hongaria berbatasan dengan Slovakia. Angkat jawabannya!. Itulah pertanyaan yang memastikan Diva meraih juara pertama di sesi ketiga lomba pada hari itu.

“Saya tidak pede, Kak,” katanya saat ditanya mengapa memilih menjadi juara tiga seusai lomba.

Menurutnya, sebagian soal yang diberikan, yakni pengetahuan umum, sejarah, dan permuseuman, di luar yang telah dipelajarinya di sekolah. Alhasil, Diva asal angkat jawaban saja. “Asal angkat saja tadi. Berdasarkan feeling juga. Gugup soalnya,” ucapnya sembari tersenyum.

Namun demikian, ia memastikan persiapannya akan lebih matang saat tampil di babak grand final mewakili sekolahnya pada 7 Desember mendatang. “Insha Allah bakal lebih matang. Soal tadi memang agak menyulitkan,” akunya.

Eri Malyana, guru pendamping dari SMA Negeri 13 Palembang mengatakan, sebanyak 30 siswa dan siswinya yang mengikuti Sang Juara merupakan peraih sepuluh besar di kelasnya masing-masing. Ia sebetulnya punya jago sendiri untuk maju ke partai pamungkas. Namun tak disangka, justru Diva yang jadi Sang Juara.

“Sebenarnya tiga anak yang meraih Sang Juara ini bukan masuk rangking tiga besar di kelas masing-masing. Peraih rangking satu, dua, dan tiga justru tersingkir semua,” tuturnya.

Dikatakan, antusias siswa untuk mengikuti Sang Juara 2021 sangat tinggi. Namun, lantaran hanya dibatasi 30 peserta, maka dilakukanlah seleksi.

“Kami berikan tes lisan dan tertulis kepada siswa untuk menyeleksi mereka, guna melihat bakat dan keinginan mereka. Apakah betul-betul siap untuk Sang Juara,” terangnya.

Untuk persiapan babak grand final, tiga siswa finalis ini bakal diberikan pembekalan yang lebih, khususnya tentang sejarah lokal. “Kita lebih intensifkan bimbingannya,” ucapnya.

Tiga sekolah yang tampil di Sang Juara pada Selasa, yakni SMA Muhammadiyah 1, SMA Srijaya Negara, dan SMA Negeri 13 Palembang. Adapun Sang Juara diikuti oleh 25 SMA/SMK/MA se-Kota Palembang. Setiap sekolah yang diundang mengutus 30 siswa untuk mengikuti babak penyisihan. Di babak penyisihan, tiap sekolah diambil tiga terbaik untuk diadu lagi di babak grand final dengan tiga terbaik dari sekolah lain.

Sekolah yang menjadi juara umum akan mendapatkan tropi bergilir Gubernur Sumsel serta uang pembinaan sebesar Rp5 juta. Sedangkan kategori peserta perorangan, pemenang mendapatkan trofi dan uang pembinaan. Rinciannya, juara I mendapatkan Rp3,5 juta, juara II Rp3 juta, dan juara III Rp2,5 juta. Juara harapan 1 Rp1,5 juta, juara harapan 2 Rp1,250 juta, dan juara harapan 3 Rp1 juta. Lomba Sang Juara berlangsung pada 9 sampai 27 November 2021. Sebagai puncaknya digelar partai grand final pada 7 Desember mendatang. CIT

 

Daftar Pemenang Sang Juara 2021 ‘Payo ke Museum’, Selasa (23/11/2021).

 

SMA Muhammadiyah 1 Palembang

  1. Siti Khirania
  2. Jovita Leticia
  3. Meisya Salsabilah

 

SMA Srijaya Negara Palembang

  1. Wan Muhammad Nanda
  2. Riskiyah Puspita
  3. Anisa Rahmadhayanti

 

SMA Negeri 13 PLG

  1. Desvinta Diva Maharani
  2. Elfandary SM
  3. Dwi Eka Putri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed