oleh

Kemenkominfo Tegaskan Hoaks Bukan Konsumsi Orang Pintar dan Orang Baik

PALEMBANG, PE – “Hoaks itu Bukan Konsumsi Orang Pintar, Bukan Konsumsi Orang Baik”. Demikian kalimat pembuka dari Aris Munandar ketika memulai pemaparan materinya dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kota Palembang, Senin (22/11).

Pemateri ketiga yang juga Dosen Pascasarjana Universitas Taman Siswa Palembang ini juga mengilustrasikan kisah di dunia pewayangan “Berkata jujur tapi bermaksud menipu”.

Aris juga memaparkan definisi hoaks dari berbagai sumber di antaranya KBBI yang menyebutkan Hoaks mengandung makna berita bohong, berita tidak bersumber.

Selanjutnya, Silverman (2015), hoaks merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, tetapi “dijual” sebagai kebenaran. Werme (2016), mendefiniskan Fake news sebagai berita palsu yang mengandung informasi yang sengaja menyesatkan orang dan memiliki agenda politik tertentu.

Hoaks bukan sekadar misleading alias menyesatkan, informasi dalam fake news juga tidak memiliki landasan faktual, tetapi disajikan seolah-olah sebagai serangkaian fakta.

“Kesimpulan saya, hoaks itu bodoh atau jahat? Lemah pikir atau niat dan sangsi hukum atau dibiarkan?” kata Aris yang juga memprihatinkan jika hoaks itu disebar oleh anak-anak di bawah umur.

Webinar kali ini untuk wilayah kota Palembang dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB dengan tema “Kritis dan Bijak dalam Menghadapi Hoaks di Masa Pandemi”. Adapun narasumber yang tampil di antaranya Masrizal Umar ST (Chief Marketing Officer PT Spirit Inti Abadi), Erfan Hasmin SKom MT (Kepala Unit ICT UNDIPA), Aris Munandar (Dosen Pascasarjana Universitas Taman Siswa Palembang) dan Dr Hj Nurbaiti SPd MPd (Kepala SMP Negeri 33 Palembang).

Moderator Ayu Irti Batul Qolby yang piawai membawakan acara dengan membuat 644 peserta betah mengikuti webinar hingga selesai. Tak lupa, Key Opinion Leader Wahyu juga berbagi tips dan pengalaman. Wahyu @wahyuwiwoho (Senior Anchor Metro TV) mengatakan masa depan Indonesia ada di tangan adik-adik.

Baca Juga  Kemenkominfo Edukasi Kiat Cegah Anak Kecanduan Digital

“Manfaatkan untuk hal-hal positif tnjukkan kalian adalah refresentasi generasi terpelajar, cerdik cendekia. Nanti kalian setelah beranjak dewasa baru terasa bagaimana kita mempertanggungjawabkan moral dan etik,” ujar Wahyu.

Webinar dibuka dengan menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI. Lantas keynote speech kedua disampaikan Walikota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut.

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam peserta lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 644 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

Alhamdulillah, antusias masyarakat mengikuti webinar ini masih tinggi. Kami sangat bersyukur, melalui kegiatan literasi digital ini, sesuai dengan arahan Kemenkominfo untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat khususnya di wilayah kota Palembang melalui gerakan Webinar Literasi Digital 2021 Kota Palembang,” kata Suryati.

Webinar selanjutnya akan digelar kembali pada Selasa 23 Nopember 2021 pukul 09.00 – 12.00 WIB dengan tema Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”. Adapun narasumber yang bakal ditampilkan di antaranya Aprikie Putra Wijaya (Direktur Eksekutif Indosmap Research and Consulting), Ika Meilani Untari. S.Si. (Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik), Chairul Mukmin, M.Kom (Dosen Universitas Bina Darma dan Pembina Bina Darma Cyber Army) dan Sabdaria Zaima SPd (Guru SMP Negeri 27 Palembang). IQB

Baca Juga  Setiap Kita Mesti Punya Digital Skill di Masa Pandemi Covid-19

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya