oleh

Polda Sumsel Imbau Masyarakat Serahkan Senpi Ilegal

PALEMBANG, PE – Guna Menciptakan Harkamtibmas kondusif di Provinsi Sumatera Selatan, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggelar Operasi Mandiri ke wilayahan atau Ops Senpi Musi 2021.

“Operasi kita ini bertujuan menertiban senjata api (senpi) tanpa izin atau ilegal, yang dimiliki masyarakat sehingga menekan angka kriminalitas seperti kejahatan dengan kekerasan dengan mengunakan senpi, penganiayaan,pembunuhan serta gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH melalui Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi diruang kerjanya, Selasa (16/11).

Dirinya menjelaskan, bahwa OPS Senpi Musi 2021, pelaksanaannya mulai digelar pada tanggal 15 November 2021. Operasi ini rutin dilaksanakan tujuannya untuk menciptakan Harkamtibmas yang kondusif, menjelang pergantian tahun 2021 di wilayah Sumsel.

“Selain OPS Senpi Musi kita juga menggelar operasi lainnya seperti Ops Antik Musi, Ops Zebra Tahun 2021,” tambahnya. Pihaknya mengimbau agar masyarakat yang masih menyimpan atau memiliki senpi ilegal, rakitan, segera menyerahkannya kepada aparat kepolisian terdekat bila tidak ingin berurusan dengan hukum.

Baca Juga  Membunuh di Palembang, Tertangkap di Lampung

“Sekarang tengah digelar operasi penertiban senjata api yang dimiliki masyarakat tanpa izin atau illegal, untuk mencegah terjadinya tindak Pidana,” jelas Kombes Pol Supriadi.

Menurutnya, kejahatan yang terjadi dari kepemilikan senpi ilegal ini yakni kasus pembunuhan, perampokan, akibat penyalahgunan oleh masyarakat, oleh karena itu Ops ini perlu terus digalakkan.

“Polri Polda Sumsel, rutin melaksanakan operasi penertiban senjata api rakitan atau ilegal sebagai upaya penegakan hukum dan mencegah terjadinya penyalahgunaan senjata api oleh masyarakat sipil atau orang yang tidak memiliki dokumen yang sah oleh Pemerintah dalam hal menyimpan, memiliki, dan menggunakan senjata ilegal itu,” tuturnya.

Dalam operasi kepolisian ini, apabila ada masyarakat yang kedapatan memiliki senpi rakitan/ilegal, dikenai ancaman hukuman penjara sesuai dengan Undang-Undang Darurat Nomer 12 tahun 1951.

Selain melakukan penegakan hukum, pihaknya juga memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memiliki, menyimpan senpi rakitan/ilegal untuk menyerahkan secara sukarela kepada aparat kepolisian terdekat.

Kegiatan operasi penertiban senpi ilegal ini juga, sebagai bentuk implementasi program prioritas Kapolri, transformasi di bidang operasional dalam upaya pemantapan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

Baca Juga  Ditlantas Polda Sumsel Siagakan 23 Pos di Jalan Alternatif

“Saya menekankan kembali kepada masyarakat yang hingga kini masih memiliki senjata api rakitan/ilegal, dia mengimbau mereka untuk segera menyerahkan secara sukarela, tutupnya. KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya