oleh

Kampung KB Jeruk Bali Sinjar Bulan Lokasi Launching Dashat

Percepat Penurunan Stunting

LAHAT, PE – Dapur sehat atasi stunting (Dashat) secara nasional diresmikan oleh Presiden RI, Ir Joko Widodo, pada Agustus 2021 di Kabupaten Bogor. Untuk Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kabupaten Lahat yang pertama launching dashat.

“Program Dashat merupakan upaya pemenuhan gizi seimbang, yang harus dimiliki calon pengantin (catin), ibu hamil, ibu menyusui dan balita 2-5 tahun maupun balita stunting dari keluarga tidak mampu,” jelas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk (Dalduk) Kabupaten Lahat, H Ujang Kurniawan SE MM, Selasa (16/11/2021).

Ia menuturkan, hal itu tentunya dengan menggunakan bahan baku lokal, seperti daun kelor, ayam, daun katuk dan bayam. “Oleh karena itulah, bahan baku lokal perlu diperuntukkan dalam menambah gizi, sehingga angka stunting cepat turun,” beber H Ujang.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kampung KB Jeruk Bali Desa Sinjar Bulan, Nanik Diarti SPdi menerangkan, partisipasi dari warga dan Dalduk tidak akan maksimal dalam kegiatan saat ini.

“Dua tahun berturut menjadi Kampung KB Jeruk Bali yang masih dipercaya, sebagai contoh dan naik menjadi desa paripurna dan akan diraih kembali,” urainya.

Dirinya menuturkan, awalnya dari kampung terpencil dan terisolir, bahkan kekurangan. Bangkit dari hal itulah, menjadi motivasi agar lebih dikenal dan perhatian pemerintah.

“Dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dinyatakan bebas dari BABs di 2018, lalu PUPR dapat air bersih pada 2022,” tandas Nanik.

Sementara Bupati Lahat, Cik Ujang SH menerangkan, perlu diketahui bahwasanya pencegahan stunting dengan mengembangkan dapur sehat atasi stunting (Dashat).

“Menjamin ketersediaan akses makanan sehat, bagi ibu hamil, menyusui dan balita serta keluarga beresiko stunting. Tujuan, mengatasi stunting di daerah, kurang gizi dan kronis di 1000 hari pertama kehidupan,” ulasnya.

Baca Juga  Mulai Tanam Ragam Jenis Rempah-rempah

Dari pola makan, sambung dia, paling tinggi gizi ikan belut dan nila. Oleh karena itu kepada Dalduk, PUPR, Dinkes dan Dinsos, dia minta bisa membantu masyarakat mulai dari kondisi hamil dan gejala ketika melahirkan terlihat stunting.
“Maka untuk mendukung dan membantu Kabupaten Lahat keluar dari stunting, perlu adanya Dashat, catin, ibu hamil, menyusui, dan perhatikan asupan gizi,” tukas Cik Ujang. BRN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya