oleh

Pencurian Buah Sawit, Oknum LSM Ditangkap

PALEMBANG, PE – Pasca ditangkapnya 22 tersangka pencurian buah sawit milik PT Lonsum Mangsang Bayung Lencir, Muba, beberapa waktu lalu, Unit 5 Subdit III Jatanras Polda Sumsel mengamankan satu lagi tersangka yakni Burhanudin (57).

Diketahui Burhanudin merupakan koordinator yang bertugas sebagai pemberi perintah dan pemberi gaji terhadap 22 tersangka pencuri sawit.

Burhanudin ditangkap Unit 5 Subdit III Jatanras Polda Sumsel yang dipimpin Kompol Junaidi SH dan Panit AKP Sofyan Afandi SH, Senin (1/11) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Tersangka ditangkap di daerah Sekip, sebelumnya kita telah mengintai pelaku dari Betung, Kabupaten Banyuasin,” ujar Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Christopher Salohot Panjaitan,” Rabu (3/11).

Dirinya menjelaskan, bahwa tersangka merupakan oknum salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). “Tersangka dari keterangannya mendapatkan uang sebesar Rp500 ribu, saat kita lakukan introgasi tersangka ini mengaku sudah tiga kali beraksi, namun saat beraksi yang keempat kalinya tersangka kita tangkap,” ungkapnya.

Atas ulahnya, tersangka dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Terungkapnya kasus tersebut berawal saat SPKT Polda Sumsel menerima laporan dari PT Lonsum Mangsang, yang mengaku mengalami kerugian kurang lebih Rp1 Milyar.

“Pada saat itu 22 tersangka tertangkap tangan sedang melakukan aksi pencurian buah sawit. Mereka ini punya tugas dan peran masing-masing mulai dari pengangkut, pemetik hingga yang mengamankan lokasi,” jelasnya.

Tidak hanya mengamankan para tersangka, pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya mobil dump truk, dua unit angkong, tujuh sepeda motor, satu buah keranjang timbangan, dan enam buah jorok. Selain itu, diamankan pula satu unit timbangan, satu buah sajam jenis kapak, tiga buah sajam jenis parang, satu buah enggrek dan 500 kilogram tandan buah sawit.

Baca Juga  Bobol Warung Manisan, Beras hingga Mie Instan jadi Sasaran

Diketahui, para tersangka sudah melakukan aksi pencurian buah sawit sejak tanggal 15 Agustus 2021 lalu.

“Dari pengakunnya bahwa para tersangka sudah mengetahui kondisi kebun dan mempersiapkan alat sebelum melakukan aksinya, hingga kini kasus ini masih dalam pengembangan,” tutupnya. KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya