oleh

Pihak Ketiga dan PPK Proyek Jalan Rantau Alai Ditahan

Ditetapkan Jadi Tersangka

INDRALAYA. PE- Kejari Kabupaten Ogan Ilir (OI) kembali menetapkan dua tersangka korupsi proyek di Bumi Caram Seguguk. Kali ini, Peningkatan Jalan Rantau Alai-Simpang Kilip senilai Rp4,9 Milyar yang pendanaanya dari APBD tahun 2019 di Dinas PUPR Ogan Ilir.

Proyek tersebut dikerjakan saat masa kepemimpinan mantan Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam. Akibat proyek pengerjaan jalan beraspal yang asal jadi tersebut tidak memenuhi spek atau ketentuan, sehingga diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp1,2 Milyar.

Kedua tersangka tersebut yakni SB yang merupakan oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Ogan Ilir, serta ZA yang merupakan mantan oknum LSM dan menjadi kuasa Direktur PT. Fizupu Cahaya Buana.

Sekitar pukul 18.30 WIB, keduanya turun dari lantai 2 Kantor Kejari Ogan Ilir menggunakan rompi orange bertuliskan tahanan Kejari Ogan Ilir. Tanpa banyak bicara dikawal petugas Kejari dan Polres Ogan Ilir keduanya langsung masuk mobil tahanan Kejari BG 9242 TZ dan langsung dititipkan di Lapas Kelas 1 Pakjo Palembang.

Dicecar awak media terkait proyek apa yang dikerjakan dan nilainya kerugian berapa, oknum PPK SB hanya diam seribu bahasa dan tertunduk lesu, sambil bergegas masuk mobil tahanan. Hanya oknum mantan LSM sekaligus kuasa direktur tersebut yaitu ZA yang sempat menjawab, bahwa proyek yang dikerjakannya adalah di wilayah Kecamatan Rantau Alay.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Ogan Ilir Marthen Tandi, saat menggelar jumpa pers di Kantor Kejari Ogan Ilir, Selasa (2/11) malam mengatakan bahwa pihak Kejari Ogan Ilir menetapkan dua tersangka korupsi Peningkatan Jalan Rantau Alai-Simpang Kilip senilai Rp4,9 Milyar yang pendanaanya dari APBD di Dinas PUPR Ogan Ilir.

Diduga proyek pengerjaan jalan beraspal yang asal jadi tersebut tidak memenuhi spek atau ketentuan, sehingga diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp1,2 Milyar. “Pasal yang kita kenakan yaitu pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 ayat 1 UU Tipikor No 31 tahun 1999, yang diubah jadi UU No 20 tahun 2021 dengan ancaman pidana 4 tahun penjara,” paparnya.

“Atau maksimal 20tahun penjara. Kedua tersangka saat ini langsung dilakukan penahanan di Lapas Pakjo selama 20 hari ke depan,” sambung Kepala Kejari Ogan Ilir Marthen Tandi. Disinggung apakah bakal ada tersengka baru terkait kasus tersebut, ia mengatakan hal tersebut tidak menutupkan kemungkinan. “Yang jelas tim penyidik terus mendalami kasus ini,” tukasnya. VIV

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed