oleh

Kelas Mendongeng Cilik Indonesia, Wadah Lahirkan Pendongeng Berbakat

PALEMBANG.PE- Guna mewadahi kreatifitas anak-anak dalam bidang literasi, kembali Kampung Dongeng Sumsel menggelar Kelas Mendongeng Cilik Indonesia. Kelas Mendongeng Cilik Indonesia Angkatan 2 yang kali ini diikuti 24 anak tersebut akan diisi dengan ragam kegiatan, mulai dari workshop kecakapan mendongeng, coaching kompetisi literasi, mentoring aktivitas literasi hingga unjuk bakat dan keterampilan.

Bertempat di Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya, Gandus, Palembang, Ahad (17/10), Kelas Mendongeng Cilik Indonesia Angkatan 2 ini dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Sumsel Fitriana S.Sos, Msi, diwakili Sekretaris Dinas, Dr. M. Ervan Marzuki, S.Pd.,M.Si.

Disela-sela acara, Ketua Kampung Dongeng Sumsel, Ninuk Sundari mengatakan, anak-anak Sumsel punya kekuatan literasi yang luar biasa. Tapi sayangnya mereka tidak punya panggung, apalagi yang di Sumsel. Sedikit banyak mereka punya kesempatan untuk mengeksplore potensi yang mereka miliki.

“Jadi kami komunitas penggiat literasi dan pendampingan anak, memberikan suatu wadah untuk anak-anak bisa berekspesi di kelas pendongeng cilik Indonesia. Kabar baiknya, kelas pendongeng cilik Sumsel sebagai penggagas program ini, sekarang sudah diadopsi menjadi kelas pendongeng cilik Indonesia dan dilaksanakan serentak di Indonesia. Hari ini ada tiga provinsi lain yang melaksanakannya. Ada Bengkulu, Jambi dan Sumatera Utara,’’ jelas Ninuk.

Menurut Ninuk, Alumni Kelas Mendongeng Cilik Indonesia di angkatan pertama sudah banyak. “Untuk di Sumsel lima anak yang terpilih untuk maju ke kelas pendongeng cilik Indonesia. Lima anak ini sudah mengikuti tiga kelas, dan selalu berada di posisi tiga besar. Tiga besar itu semuanya Sumsel. Sehingga bisa dilihat betapa kuatnya potensi literasi yang dimiliki anak-anak Sumsel,” papar Ninuk.

Ninuk menambahkan, anak-anak yang ikut dalam Kelas Mendongeng akan dibimbing selama tiga bulan ke depan melalui kelas-kelas berurutan, mulai dari teknik dasar, cara membaca cerita, menulis cerita sampai show up. “Sampai akhir program ini yakni dongeng musical, festival kebudayaan atau festival dongeng,’’ ujar Ninuk

Sedangkan Dr. M. Ervan Marzuki, S.Pd.,M.Si memberikan apresiasi bagi Kampung Dongeng Sumsel yang telah menggelar Kelas Mendongeng Cilik Indonesia. Karena sejak dini anak hari harus diperkenalkan dengan literasi, khususnya literasi baca tulis. Dengan membaca, kemudian anak-anak bisa menceritakan kembali.

“Seperti di perpustakaan setiap tahun ada lomba bertutur dari tingkat kabupaten kota, ke provinsi. Dan dari provinsi akan dipilih untuk ditampilkan seleksi tingkat nasional. Tahun ini kita dapat harapan dua untuk tingkat nasional. Artinya, dari kelas-kelas pendongeng ini diharapkan ke depan muncul bakat-bakat baru. Dimana anak-anak sudah dibekali bagaimana menyampaikan pesan-pesan moral, terutama untuk anak seusia mereka, baik itu teman sebaya atau teman-teman yang lain,’’ tukas Ervan.

Sementara itu disela-sela acara, juga dilakukan penandatangan MoU kerjasama antara Kampung Dongeng dan Palembang Ekspres. MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua Kampung Dongeng Sumsel, Ninuk Sundari, dan General Manager palpres.com, Sulistiawarman. SLS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed