oleh

Ratusan PKL Pasar Kalangan Bawah Jembatan Musi II Ditertibkan

PALEMBANG, PE – Sebanyak 300 Pedagang Kaki Lima (PKL) bawah jembatan Musi II diertibkan. Penertiban ini merupakan tindaklanjut rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk membangun Pasar Apung di Musi II Palembang.

Kasat PolPP Kota Palembang, GA Putra Jaya mengatakan, ada empat gubuk liar yang ditertibkan dari 300 pedagang yang biasa berjualan di pasar kalangan setiap Rabu dan Ahad. Ia mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali, namun empat gubuk ini tidak bersedia dibongkar, akhirnya ia menurunkan personil untuk membantu penertiban tersebut.

“Memang aktivitas pasar kalangan ini dua kali dalam satu minggu, tapi para pedagang ini kerap mengganggu badan jalan. Selain itu, harus disterilkan karena lahan tersebut akan dibangun Pasar Apung,” ujarnya, Kamis (14/10).

GA menegaskan, sesuai Perda 44 Tahun 2002, tentang keamanan dan ketertiban bangunan tersebut melanggar. Untuk sementara lanjutnya, pedagang dipindahkan ke dalam dan Pasar Gandus. “Nanti kalau Pasar Apung selesai akan kita siapkan lagi di sini. Dari 300 pedagang yang ditertibkan ada empat bangunan yang belum dibongkar, ke depan akan kita awasi, kalau memang masih bandel kita tindak tegas,” tegasnya.

Sementara itu Marlin Oktaviana, Pemilik Pindang Pegagan Cek Ona mengaku kaget karena pondoknya sudah dibongkar petugas. Karena ia meminta waktu untuk membongkar sendiri. “Saya sudah masak banyak, jadi jualan dimana. Apalagi suami kerja serabutan, anak sekolah dari mana kalau tidak jualan. Memang sudah ada pemberitahuan, tapi kami minta waktu dua hari untuk bongkar sendiri. Kalau dibongkar paksa, pondok saya rusak, untuk buka lagi butuh modal,” bebernya.

Di tempat yang sama Camat Gandus, Ricky Fernandi mengatakan, pihaknya sudah memberitahukan kepada para pedagang. “Ini lahan Pemkot, jadi sewaktu-waktu ingin dibangun pedagang harap mengerti, mereka juga sudah diberitahu jauh-jauh hari,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Walikota Palembang, H Harnojoyo mengatakan, kesepakatan terkait nama pasar apung itu sendiri, yakni Pasar Apung Darussalam.

“Kami bersama staff khusus, Bappeda, serta konsultan sudah melakukan rapat bersama terkait pasar apung yang keberadaannya di wilayah musi II, dan sepakat akan kita namakan Pasar Apung Darussalam,” katanya.

Ia berharap pembangunan Pasar Apung Darussalam itu sendiri dapat segera hadir untuk masyarakat. “Tahap pertama, sekitar Pasar Apung akan kita bersihkan atau lakukan pematangan lahan terlebih dahulu,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Harno Dinas Perdagangan kota Palembang akan segera membentuk tim dalam perencanaan tahapan-tahapan lainnya. “InsyaAllah rencananya Pasar Apung Darussalam ini akan selesai pembangunannya di tahun 2022. Saat ini masih persiapan administrasi,” tutupnya. DYN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed