oleh

No Bra Day Sehari Tanpa Kutang, Bukan Ajang Pamer ‘Keindahan’

JAKARTA.PE — Hari ini, 13 Oktober merupakan Hari Tanpa Bra atau No Bra Day. Kamu jangan berpikir jorok dulu, tujuan dari sehari tanpa pakai bra ini sama sekali bukan sebagai ajang memamerkan payudara.

Momen ini sebagai peringatan kepada seluruh perempuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya kanker payudara dengan tidak memakai bra selama satu hari.

Gerakan ini dicetuskan oleh Dr Mitchell Brown, seorang ahli bedah plastik dari Toronto, Kanada untuk medidik pasien tentang kesadaran kanker payudara.

Di Indonesia juga tak melewatkan momen ini. Netizen di Twitter ramai-ramai menuliskan tagar #nobraday. Hasilnya, hashtag ini memuncaki trending topic Twitter tanah air dengan lebih dari 2 ribu cuitan.

Bicara soal memakai Beha atau bra atau kutang, beberapa hari lalu viral di media sosial prihal polemik peggunaan BH pada perempuan.

Hal ini bermula dari unggahan akun Instagram @temansalih yang menyebut memakai bra mengakibatkan bentuk payudara menjadi nampak dan membuat para perempuan nampak lebih muda sehingga mereka menjadi sumber fitnah.
“Hukum seorang akhwat taaruf tanpa BH adalah boleh. Syaratnya, dia mengenakan tata busana yang menutupi seluruh tubuh dengan benar, kecuali bagian wajah dan telapak tangan. Akhwat yang berbusana tanpa BH tidak termasuk ke dalam hadis ‘Berpakaian tapi Telanjang’,” ulas akun Instagram @temansalih.

“Hukum memakai BH dalam Islam, memakai BH mengakibatkan bentuk payudara menjadi tampak dan membuat para perempuan tampak lebih muda sehingga mereka menjadi sumber fitnah. Wanita muslim tidak boleh memakai BH di hadapan para lelaki yang bukan mahramnya,” sambungnya.

Ungkapan tersebut lalu bergulir hebat dan menjadi kontroversi. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga turut angkat bicara.

Ketua Bidang Fatwa MUI KH Afifuddin Muhajir menyatakan, perempuan tanpa bra kurang sempurna. Ia berpesan untuk perempuan muslimah, pakailah busana penutup aurat.

“Keluar rumah tanpa pake BH. BH baru dipakai ketika berada di tengah-tengah laki-laki yg bukan mahramnya. Janganlah,” ujarnya.

Perlu diketahui, bra dipatenkan pada tahun 1914 oleh sosialita New York Mary Phelps Jacob. BH adalah pakaian dalam dengan bentuk pas yang dirancang untuk menopang atau menutupi payudara wanita.

Bra juga dirancang untuk berbagai tujuan, termasuk memperbesar ukuran payudara, membuat belahan dada, atau untuk pertimbangan estetika atau praktis lainnya.

Seiring dengan berjalanya waktu, beberapa produk bra juga menambahkan fungsinya yaitu untuk memperbesar dan mengencangkan payudara si pemakai dan berbagai macam fungsi lainnya.

Sekarang telah beredar produk-pruduk beha yang dapat memperbesar payudara atau memperbaiki struktur payudara. Bra juga menjaga agar jaringan lemak payudara tidak menyebar ke mana-mana terutama ke bagian perut karena jika tidak maka tubuh akan terlihat melar dan gemuk. DRA/FAJAR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed