oleh

Kemenkominfo RI Ajarakan Gaya Hidup Digital Ubah Konsumtif Menjadi Produktif

PALEMBANG, PE – Dengan adanya pandemi virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid- 19), telah terjadi perubahan yang sangat signifikan dalam kehidupan manusia di muka bumi. Dahulu pekerja dapat mengatur antara kehidupan pribadi dan pekerjaan.

“Namun saat pandemi sekarang aktivitas berjalan secara virtual atau digital. Begitu juga dengan sekolah dilaksanakan secara daring,” beber Hj Alma Sundari SPd MSi, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 21 Palembang saat menjadi narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Sumatera Selatan (Sumsel), Kota Palembang, Rabu (13/10).

Dalam webinar bertema “Literasi Digital : Ubah Konsumtif Menjadi Produktif ”, penyelenggara kegiatan yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) juga menghadirkan tiga narasumber berkompeten lainnya yakni Dian Natale (Strategic Brand Identity, Founder TokozioDesign.com), Titik Nurpita Dewi SP SPd MPd (Praktisi Pendidikan), dan ST Reno Irawan (CEO Belido.id dan Belijek).

Lebih lanjut dalam paparan berjudul “Budaya Digital Dapat Mengubah Konsumtif Menjadi Produktif”, Alma menuturkan, di era digital seperti saat ini hampir semua masyarakat Indonesia sangat tertarik sekali dengan namanya teknologi.

Kecanggihan teknologi memberi banyak kemudahan dan aktifitas sehari-hari, walaupun sebagian orang menggunakan teknologi hanya bersifat konsumtif, misalnya makin banyaknya cara berbelanja online membuat orang terkadang terhipnotis untuk membeli walaupun kadang yang dibeli tidak terlalu penting atau mendesak. Ada juga di antaranya hanya untuk membuat dan mengupdate status bahkan sebagai sarana untuk mengejek atau bullying (perundungan).

“Padahal era digital ada banyak hal-hal positif dan produktif yang bisa dilakukan. Kemajuan teknologi di era ini juga bisa memberikan banyak kesempatan untuk membuka usaha baru. Tetapi dalam penerapan digital kita tetap harus memperhatikan dan menjunjung etika sehingga teknologi digital yang kita pergunakan dapat bermanfaat, bernilai baik untuk kita sendiri maupun untuk orang lain,” beber Alma.

Menurut wanita kelahiran Palembang, 21 Agustus 1968 ini, untuk hidup produktif di era digital kita harus aktif, produktif, dan kreatif. Lebih lanjut dia juga berbagi tips hidup lebih produktif di era digital. Antara lain memperluas pengetahuan tentang teknologi dan tidak pernah berhenti belajar karena kemajuan teknologi semakin cepat.

“Tips lainnya, manfaatkan peluang yang ada, serta bergabung dengan berbagai komunitas dan forum yang bermanfaat,” pungkas Alma.

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Ayu Amelia. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan suasana dan memotivasi peserta webinar yakni Fanie Maulida (Social Network Marketer, HDI enterpriser, Pengusaha @ayamtangkapblangbintang, Owner @ramestudio20, @fantastical.id) sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam peserta lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 925 orang peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

“Untuk webinar selanjutnya, diselenggarakan Kamis (14/10) dengan tema Interaksi Online Nyaman, Kikis Ujaran Kebencian yang menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Dhini Gilang Prasasti ME (Kepala Seksi Pengelolaan Media Komunikasi Publik), Nofia Natasari SKomI MSos (Akademisi bidang komunikasi, Penggiat Literasi Digital), Dr Nila Kesumawati MSi (Dosen Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang) dan Dra Nofritawati MSi (Kepala SMP Negeri 3 Palembang),” tutup Suryati. IQB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed