oleh

Jadikan Medsos sebagai Sarana untuk Belajar Online, ini Kata Kemenkominfo

PALEMBANG, PE – Belajar online atau dalam jaringan (daring) sudah jadi kebutuhan di mana-mana menyusul terjadinya pandemi virus corona atau coronavirus disease 2019 (covid-19) yang mengharuskan kita mengurangi aktifitas di luar rumah. Bahkan belajar online ini telah diterapkan oleh sejumlah kalangan sebelum pandemi covid-19 terjadi. Terlebih, media sosial (medsos) bisa digunakan juga untuk belajar.

Untuk mengedukasi bagaimana cara belajar online lewat sarana sejumlah platform mendsos, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) menyelenggarakan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Palembang, dengan tema “Media Sosial Sebagai Sarana untuk Belajar Online ”, Rabu (6/10).

Empat narasumber berkompeten dihadirkan dalam webinar tersebut yakni Dr Desi Rahmawati MPd (Akademisi Bidang Manajemen Pendidikan), Dr (C) Rr Vemmi Kesuma Dewi Mpd (Akademisi Bid.Pendididikan dan Praktisi Pendidikan Ramah Anak), Fauzi SPd MSi (Kepala SMA Pusri Palembang) dan Ermini SH MM (Dosen Universitas PGRI Palembang).

Salah seorang narasumber, Ermini SH MM menerangkan pentingnya etika selama mengikuti proses belajar online karena etika menjadi jembatan agar terciptanya suatu kondisi yang diinginkan di dalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun etika meeting atau belajar secara online antara lain usahakan hadir tepat waktu, jangan pernah terlambat, jangan lupa perkenalkan diri dan menyapa yang lain, aktifkan mode video dan matikan mikrofon ketika tidak sedang berbicara.

“Gunakan fitur chat untuk meninggalkan percakapan sejenak,  berpamitan jika harus meninggalkan meeting lebih awal, hindari melakukan aktivitas lain dan ucapkan terima kasih di akhir sesi,” urai Ermini.

Lebih jauh Ermini mengulas beberapa etika di Ruang pembelajaran digital menuju smart user. Di antaranya menggunakan medsos sebagai media belajar yang bersifat positif atau gunakan ruang digital dengan bijak, selalu bersikap sopan dalam bertutur kata, karena kita berkomunikasi dengan manusia bukan monitor, berbahasa yang baik dan benar dapat memperluas juga kosakata dari bahasa yang sering kita gunakan.

“Menghindari memamerkan sikap acuh-tak-acuh, amarah dan kebencian. Menyampaikan ide dan gagasan secara positif, yang tidak memicu konflik. Dan menghormati keberadaan orang lain di ruang pembelajaran digital,” ulasnya.

Senada narasumber ketiga Fauzi SPd Msi membeberkan, teknologi digital mempermudah dan mempercepat akses komunikasi global, yang sebelumnya dideskripsikan sebagai globalisasi. Komunikasi ini membuat seluruh manusia terhubung dengan jaringan internet secara mendunia. Oleh karena itu komunikasi bisa dilakukan di manapun dan kapanpun.

“Dampak positif dari era literasi digital, khususnya bagi ilmuwan budaya atau orang yang suka dengan kebudayaan, akan memperoleh ilmu pengetahuan mengenai kebudayaan dari para pakar, buku-el, blog, web, dan sejenisnya baik secara cuma-cuma atau membeli secara langsung,” ujar Fauzi.

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Ayu Irti B Qolby. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan suasana dan memotivasi peserta webinar yakni Chika Audhika (Co-Founder & CMO of Bicara Project) sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh hampir seribu orang peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

“Untuk webinar selanjutnya, diselenggarakan Kamis (7/10) dengan tema Cerdas Memanfaatkan Ruang Digital Untuk Pembelajaran yang menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Dr Arwan MPdI (Dosen UIN Palembang) dan Dra Hasnarita MPd (Kepala MTS Negeri 1 Palembang),” tutup Suryati. IQB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed