oleh

Oknum Pengasuh Ponpes Ini “Santap” Belasan Santri

PALEMBANG.PE- Apa yang dilakukan seorang oknum pengasuh salah satu pondok pesantren (ponpes) di Ogan Ilir (OI) berinisial J (22), sangat tidak patut dicontoh. Harusnya menganyomi para santri, dia malah mencabuli korban dengan iming-iming imbalan sejumlah uang.

Mirisnya, korban aksi pencabulan oknum pengurus Ponpes ini mencapai 12 orang santri laki-laki berusia belasan tahun. Perbuatan itu, dilakukan pelaku dari Juni 2020 hingga Agustus 2021 lalu. Akibat perbuatannya, pelaku ditangkap Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Diskrimum Polda Sumsel, Selasa (14/9).

Pelaku J mengaku bahwa aksi yang dilakukannya itu dapat dengan mulus dilancarkan, karena mengiming-imingi korbannya dengan uang. “Saya melakukannya demi mendapatkan kepuasan saya sendiri,” ujarnya, Rabu (15/9).

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallagan mengatakan, bahwa korban berjumlah 12 orang dan enam diantaranya disodomi pelaku. “Dari keterangan pelaku ke anggota kita bahwa hanya enam orang disodomi, dan sisanya hanya didicium pelaku sampai dia puas,” katanya.

Pelaku melakukan aksinya, dengan cara mehampiri korban yang sedang tertidur. “Korban kemudian dipanggil pelaku untuk menuruti kemauan bejatnya, kalau korban tidak mau menuruti kemuan pelaku maka korban akan diberikan hukuman dengan cara masuk ke dalam gudang dan di kunci,” bebernya.

Atas ulahnya, pelaku terancam pasal 82 ayat 1,2 dan 4 Jo 76 UURI No 17 tahun 2016 tentang perpu no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lima sampai 15 tahun penjara.

“Dalam kasus ini pelaku terancam hukuman yang memberatkannya, karena dia ini pengasuh yang seharusnya melindungi santri, tapi ini sebaliknya. Penangkapan pun kita melibatkan keluarga dari pelaku itu sendiri,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Menarik Lainya