oleh

Pria Ini Ngaku Bisa Gandakan Uang dengan Ritual Gaib

PALEMBANG, PE – Anggota Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil mengamankan pelaku Penipuan dan Penggelapan, dengan bermoduskan dapat menggandakan uang melalui ritual gaib.

Akibat kejadian itu, korban bernama Ir Busman Abu Umar (66) warga komplek Perum Saruni I, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, mengalami kerugian sebesar Rp 1,2 Milyar.

Pelaku yang diketahui bernama Zainal Arifin Syukri (50), warga Jalan Prajurit Nazarudin, Kecamatan Kalidoni Palembang, diringkus anggota Unit Pidsus saat berada dikediamannya, Jumat (22/9) sekitar pukul 17.30 WIB.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, didampingi Kanit Pidsus, AKP Tohirin mengatakan, bahwa pelaku ditangkap atas laporan korban pada 30 Agustus 2021 lalu. Kemudian dilakukan penyelikan dan penyidikan, hingga akhirnya anggota unit Pidsus berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan dirumahnya.

“Dari interogasi yang anggota kita lakukan, pelaku melancarkan aksinya dengan cara mengiming-imingi korban untuk bekerjasama dalam hal pengadaan uang gaib hingga Rp 12 Milyar. Syaratnya korban memberikan uang kepada pelaku sebesar Rp 10 juta,” ujarnya, Sabtu (25/9).

Kemudian pelaku terus memintai uang kepada korban dengan alasan membeli bahan ritualnya, hingga total kerugian korban sebesar Rp 1,2 Milyar. Tapi ternyata uang gaib sebesar Rp 12 Milyar tersebut, tidak juga ada.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 KUHP Jo pasal 372 KUHP. “Barang bukti yang diamankan, buku tabungan Bank Mandiri atas nama Zainal Arifin Syukri, satu buah ATM bank Mandiri, rekening koran Bank Mandiri milik korban, rekening koran Bank Sumsel Babel milik korban, satu unit ponsel merek Samsung Galaxy A21s, SIM Cad 085218516739, dan SIM Cad 087726153176, ” paparnya.

Untuk kejadiannya sendiri, lanjut dia, informasi yang pihaknya dapatkan bahwa tindak pidana Penipuan dan Penggelapan yang dilakukan pelaku terhadap korban, berawal sejak Desember 2020 hingga Agustus 2021 lalu.

Bermula ketika pelaku yang mengaku bisa menggandakan uang mengajak korban untuk bekerjasama mengambil uang gaib senilai Rp 12 Milyar. “Karena percaya dengan ajakan pelaku, korban pun memberikan uang yang dimintai pelaku hal ini pun diakui pelaku ke anggota kita,” ungkapnya.

Lalu, beberapa hari pelaku kembali meminta uang kepada korban dengan alasan untuk membeli bahan ritual gaib, seperti ayam cemani, minyak Turki, dan bayi perawan dengan harga yang mahal.

Hingga akhirnya korban pun kembali memberikan uang secara bertahap kepada pelaku, dengan total kerugian senilai Rp 1,2 Milyar. Namun, setelah uang yang dimintai pelaku diberikan korban, ternyata uang gaib yang dijanjikan pelaku senilai Rp 12 Milyar tersebut tidak ada, dan akhirnya korban melaporkan kejadian hingga tertangkapnya pelaku. KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed