oleh

Diwarnai Hujan Batu, Polisi Sempat Dikepung Warga

PALEMBANG, PE – Perlawan dari warga kembali mewarnai penggerebekan Kawasan Narkoba Boom Baru, Lorong Manggar I, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT I Palembang, oleh Satres Narkoba dan Tim Hunter Samapta Polrestabes Palembang, Kamis (23/9).

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi mengatakan, saat penggerebekan tersebut anggota Unit I Satres Narkoba Polrestabes Palembang sempat dikepung oleh warga sekitar, sehingga pihaknya menurunkan kekuatan besar.

“Dari kemarin (Kamis,red) sore, kami melakukan tindakan represif di Boom Baru sampai pagi tadi. Satu unit dikepung, ada lemparan batu sehingga kita menurunkan kekuatan besar. Jadi yang viral itu memang benar,” ujarnya, Jumat (24/9).

Banyaknya kamera closed circuit television (CCTV) yang terpasang di lokasi penggerebekan, menurut dia, membuat satu bandar besar berinisial D yang menjadi target operasi, berhasil meloloskan diri.

“Bandar utama berhasil kabur, dengan barang bukti yang besar yang tidak bisa saya sampaikan diri. Kemudian kita lakukan pengejaran, salah satu kurirnya atas nama Apriansyah kita temukan di rawa-rawa Jalan Perintis Kemerdekaan dan kita amankan,” tambahnya.

Dalam penggerebekan itu, pelaku Apriansyah bersembunyi di rawa-rawa samping gudang yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT I Palembang.

“Jadi Apriansyah ini saat kita tangkap di TKP pura-pura seperti orang yang sudah mati. Kita lakukan penanganan detail, kita siram air, ternyata tidak apa-apa,” tuturnya.

Selain Apriansyah, lanjut Andi, pihaknya juga mengamankan M Mardian, warga Jalan Slamet Riyadi, Lorong Manggar 2, Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan IT II Palembang yang merupakan kurir sekaligus pelindung kepercayaan dari bandar berinisial D.

“Pagi tadi kita kepung, dan kita dapatkan benteng kepercayaan dari bandar utama inisial D yakni Mardian . Dia sempat membuang barang bukti dari bungkus rokok, dengan berat kurang lebih 1,12 gram,” tuturnya.

Baca Juga  Penusuk Warga Prabumulih Dibekuk di Masjid Agung

Ditambahkannya, Pelaku Ardiansyah dikenakan Pasal 127 UU Narkotika No 35 Tahun 2019. Sedangkan Mardian, Pasal 114 Ayat 1 dan Pasal 112 ayat 2 No 35 tahun 2009. “Barang bukti dalam kasus itu yakni tiga batu, tujuh kamera CCTV, tiga perangkat recorder CCTV, sembilan sajam, timbangan digital, empat bal plastik klip bening, dan narkoba 1,12 gram,’’ tukasnya. KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya