oleh

Keliling Museum Sebelum Beradu Cerdas Sejarah Sriwijaya

PALEMBANG, PE – Pengelola Museum Sriwijaya terus berupaya memperkenalkan sejarah Kerajaan Sriwijaya kepada siswa. Kali ini, museum yang ada di kompleks Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) ini menggelar Lomba dan Workshop Cerdas Cermat tingkat SMA/SMK se-Kota Palembang.

Dalam lomba yang digelar selama dua hari, 21-22 September 2021, dibuka langsung Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Aufa Syahrizal S.P., M.Sc. Lomba yang baru pertama kali digelar ini pun mendapat antusias dari para peserta, tercatat ada 17 SMA/SMK yang berpartisipasi dan masing-masing sekolah mengutus tiga siswa.

Kepala UPTD Museum Sriwijaya, Nur Yasin, SE mengatakan, lomba dengan sasaran siswa SMA/SMK digelar sebagai upaya menumbuhkan minat untuk berkunjung ke museum yang ada di Jalan Syakyakirti, Karang Anyar, Kecamatan Gandus. Dalam kesempatan ini, pihaknya juga memberikan bekal keilmuan sejarah kerajaan Sriwijaya kepada siswa.

“Kegiatan ini kita gelar dengan menggunakan DAK (Dana Alokasi Khusus). Alhamdulillah kegiatan ini didukung penuh oleh Disbudpar Sumsel,” ucap Nur Yasin, Selasa (21/9).

Dia menjelaskan, soal yang diujikan dalam lomba ini dibuat oleh para dewan juri yang berkompetensi di bidang pengetahuan sejarah seperti Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sumatera Selatan Merry Hamraeny, S.Pd, M.M, Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya, Adhitya Rol Asmi dan Museum Sriwijaya.

“Ketiga dewan juri ini juga yang memberikan pemahaman sejarah Kerajaan Sriwijaya kepada peserta sebelum mengikuti lomba,” jelas dia.

Sementara itu, PPTK DAK Museum Sriwijaya, Khairul Syahri Penjalang menambahkan, pemahaman sejarah diberikan dikarenakan museum ini memiliki kekhususan menyimpan koleksi Kerajaan Sriwijaya.

“Hari pertama siswa dibekali sejarah Kerajaan Sriwijaya yang disampaikan oleh para narasumber. Selain itu, peserta juga diajak berkeliling ke Museum Sriwijaya untuk melihat langsung koleksi yang tersimpan di museum ini,” terangnya.

Setelah berkeliling, sambung Khairul, siswa akan mengikuti babak penyisihan dengan format isian essay. Dari sini nantinya akan dipilih 9 sekolah yang akan melaju pada babak semifinal dan final.

“Babak final akan kita selenggarakan besok (hari ini, red) dengan format cerdas cermat. Artinya siswa beradu kecepatan menjawab soal yang diberikan dewan juri. Nantinya akan kita pilih juara 1 hingga 3 dan harapan 1 hingga juara harapan 3,” jelas Khairul.

Ketua AGSI Sumsel, Merry Hamraeny, S.Pd, M.M menjelaskan, materi soal yang diberikan kepada peserta memang didominasi pada pengetahuan Kerajaan Sriwijaya hingga 60 persen dan selebihnya sejarah nasional dan kebudayaan Sumatera Selatan.

“Karena Museum Sriwijaya ini merupakan museum khusus sehingga soal yang kita berikan berkenaan dengan Kerajaan Sriwijaya. Begitu juga dengan sejarah nasional kita batasi sampai perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, sementara kebudayaan dikhususkan kepada kebudayaan Sumatera Selatan,” ucapnya.

Senada, Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya, Adhitya Rol Asmi mengatakan, persentase soal didominasi pada Kerajaan Sriwijaya dan kebudayaan lokal Sumatera Selatan. Hal ini dikarenakan kurikulum sejarah Palembang yang diajarkan di sekolah masih sangat minim.

“Dengan lomba ini kita berharap pemahaman peserta terhadap sejarah lokal bisa terus berkembang mulai Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang Darussalam hingga perang lima hari lima malam,” harapnya. DVI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed