oleh

Ridho Yahya : Tidak Lebih 2×24 Jam, Saya Mutasikan!

PRABUMULIH, PE – Dugaan informasi bahwa insentif tenaga kesehatan di kota Prabumulih mengalami pemotongan, akhirnya sampai juga ke telinga Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM. Bahkan Ridho menilai jika informasi itu benar ini sungguh memalukan.

Polemik baru terkait pemotongan insentif nakes yang beredar dari salah satu Puskesmas di Kota Prabumulih semakin santer berhembus. Para tenaga kesehatan pun mengaku keberatan sebab insentif yang diterima tidak penuh sebagaimana mestinya. Dari bukti transfer insentif yang diterima melalui rekening bank tersebut, dibeberkan nakes dugaan pemotongan telah dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dari instansi di atasnya.

Mengdengar dugaan adanya penyunatan, Wali Kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM pun berang. “Dana cair sudah terlambat, ada potongan pula. Tidak bener ini, kasihan para nakes. Kita panggil Kadinkes guna klarifikasinya terkait potongan tersebut. Ini jelas memalukan,” ujar Ridho Yahya kemarin.

Ridho sangat berterima kasih atas informasi kepadanya. Dia menekankan, agar para nakes merasa Inakesda dipotong silakan laporkan kepadanya. “Identitas pelapor kita jamin dirahasiakan dan akan menindaklanjutinya. Pemotongan itu ilegal, dan tidak boleh dilakukan,” katanya.

Masih kata Ridho, jika nanti benar dugaan tersebut, oknum tersebut akan dilakukan pemindahan atau mutasi. Sebagai bentuk sanksi tegas darinya. “Saya tahu namanya, tidak lama saya langsung mutasi. Tidak lebih 2 x 24 jam. Perbuatan pemotongan Inakesda sangat membahayakan dan melanggar aturan,” ujarnya.

Ridho menegaskan, sudah menjadi tugasnya memberikan sanksi tegas oknum tersebut. Karena, sudah berani melakukan pemotongan Inaskeda tersebut. “Itu tidak boleh dilakukan, sekarang ini tim Inspektorat telah kita minta untuk menyelidiki kebenaran tersebut. Semoga dalam waktu dekat, ada hasilnya,” pungkasnya. RAY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed