oleh

Kemenkominfo Ajak Generasi Muda Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Ruang Digital

PALEMBANG, PE – Kendati telah ada sejumlah oknum yang ditindak tegas oleh aparat penegak hukum, belum lagi sanksi moral atas tindakan mereka di media sosial (medsos). Hanya saja seakan tidak menimbulkan efek jera atau pelajaran, masih saja ada oknum lain yang masih suka sebar hoaks, ujaran kebencian, posting konten negatif di ruang digital. Paling untuk dapat diingat bahwa semua itu terekam dan dapat dilihat di jejak digital.

Nah, untuk menanamkan serta mengedukasi para pengguna media sosial (medsos) terutama kalangan pelajar agar lebih bijak dan cerdas sehingga ruang digital kita menjadi nyaman, termasuk mengetahui lebih jauh tentang rekam jejak di dunia digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) menggelar Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dengan tema “Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Ruang Digital”, Senin (20/9).

Empat narasumber berkompeten dihadirkan secara bergilir menyampaikan materi secara virtual lewat aplikasi zoom meeting. Keempat narasumber masing-masing Masrizal Umar ST (Chief Marketing Officer PT Spirit Inti Abadi), Cecep Nurul Alam ST MT (Bidang Ahli ICT Kopertais II Jawa Barat dan Kepala Divisi e-Learning), Iswan Djati Kusuma SPd MSi (Kepala SMA Negeri Sumatera Selatan), Lusi Desdemona SPd (Wakil Kepala SMA Negeri 12 Palembang).

Dalam kesempatannya menyampaikan materi membahas tema dari sudut pandang Etika Digital, Lusi Desdemona menuturkan, melalui sudut pandang etika, sistem pendidikan online dengan sistem pendidikan tatap muka atau offline memiliki perbedaan yang cukup mendasar, terutama dilihat dari aspek psikologis. Hal ini membutuhkan etika komunikasi digital yang tepat untuk diterapkan baik oleh individu maupun kelompok ataupun pendidik dan peserta didik beserta lingkungannya.

Penggunaan media digital masih kata Lusi, setiap orang pada dasarnya mampu untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk hubungan melewati lintas geografis dan budaya. Oleh karena itu, segala aktivitas digital di ruang digital dan menggunakan media digital perlu memahami kompetensi etika digital.

“Etika digital ditawarkan sebagai dasar secara sadar, tanggung jawab, berintegritas, dan menjunjung nilai-nilai kebajikan dalam menghadirkan diri, kemudian berinteraksi, berpartisipasi, bertransaksi, dan berkolaborasi dengan dan dalam menggunakan media digital terutama bagi pendidikan khususnya pembelajaran berbasis literasi digital,” pungkasnya.

Senada pernyataan Lusi, narasumber ketiga, Iswan Djati Kusuma mengangkat tema dari sudut pandang Budaya Digital dan Tantangannya. Dia menguraikan tantangan digitalisasi yang mencakup empat bidang antara lain bidang politik berupa penyebaran ideologi secara sistematis dan sebagai mesin propaganda. Bidang sosial budaya berupa kemerosotan moral remaja dan pelajar.

“Kemudian bidang pertahanan yakni ancaman aktifitas hacker dengan merusak sistem situs pertahanan negara dan dijadikan sebagai robot perang. Serta bidang teknologi informasi berupa memecahkan masalah, mendorong kreatifitas, meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam melakukan pekerjaan,” pungkasnya.

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Ayu Amelia. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan suasana dan memotivasi peserta webinar yakni Tomrist (Moderator Debat Capres-Cawapres 2019) sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 603 orang peserta dari mahasiswa dan pelajar.

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan Selasa (21/9) dengan tema “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital” yang menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain DR Devie Rahmawati (Peneliti dan Pengajar Tetap Vokasi Universitas Indonesia), Dr (C) Rr Vemmi Kesuma Dewi Mpd (Akademisi Bidang Pendidikan dan Praktisi Pendidikan Ramah Anak), Dr Nurlina MM (Pengawas YPLP-PT PGRI Provinsi Sumatera Selatan, Dosen Tetap Yayasan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang) dan H Heru Supeno SPd MSi (Kepala SMA Negeri 18 Palembang). IQB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed