oleh

2.486 Kepala Keluarga Rumahnya Terendam Banjir, Wali Kota Prabumulih Salurkan Bantuan

PRABUMULIH, PE – Hujan deras yang mengguyur Kota Prabumulih selama tiga jam, pukul 20.00 WIB-23.00 WIB, Rabu (15/9/2021) mengejutkan banyak warga. Bagaimana tidak, waga yang tinggal pemukiman di kawasan dataran rendah dan daerah aliran Sungai Kelekar harus berjibaku menyelamatkan harta bendanya yang terendam banjir.

Pihak kelurahan dan BPBD telah turun kelokasi banjir untuk meninjau langsung beberapa daerah yang langganan dan rawan bencana musiman di kota Prabumulih. Hasil data sementara yang dikantongi Dinas Sosial Pemkot Prabumulih, terdapat sebanyak 2486 kepala keluarga yang rumahnya terendam banjir.

Atas kejadian tersebut, Wali Kota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM memberikan bantuan sembako. Bahkan orang nomor satu di kota nanas ini membagikan ribuan nasi bungkus kepada warga yang terdampak banjir.

“Hari ini dua lokasi kita salurkan bantuan sembako ke warga yang terdampak banjir. Ada beras dan mie satu dus kita bagikan. Jangan pandang nilainya, tapi itulah kepedulian pemerintah hadir dalam membantu warganya yang kesusahan. Untuk yang rumahnya rusak akibat banjir nanti kita usulkan untuk diperbaiki,” kata Ridho, Jumat (17/9/2021).

Saat ditanya soal banjir yang sangat cepat tersebut, Ridho menyatakan semua aliran air dari dalam kota bermuara di sungai kelekar namun kondisi sungai mengalami pendangkalan dan banyak kelok-kelok sehingga air lamban mengalir.

“Selain itu banyak warga buang sampah sembarangan, aliran sungai kita ini juga berbatasan dengan kabupaten tetangga dimana kalau kita normalisasi di sepanjang sungai kita tapi di ilir perbatasan kabupaten Muara Enim tidak maka air juga tidak bisa mengalir,” bebernya.

Terkait persoalan tersebut pihaknya terus mengupayakan melobi dana pusat dan bahkan telah melakukan persentasi ke kementerian mengenai dampak jika sepanjang sungai tidak dilakukan normalisasi.

“Jadi kita sudah tahu dampak ini makanya kita terus lobi dana pusat. Memang ada bantuan dari Balai Sungai dan Air sebesar Rp 5 miliar, namun kita terus lobi dengan harapan seluruh sepanjang sungai kita bisa dinormalisasi sehingga tidak lagi banjir. Kalau sudah normalisasi maka air dipemukiman akan mudah masuk sungai dan tidak lagi banjir, itu kuncinya,” tegasnya seraya mengimbau warga jangan buang sampah sembarang.

Terpisah Kepala Dinas Sosial Pemkot Prabumulih, Heriyanto mengaku hingga saat ini pihaknya masih terus mendata warga terdampak banjir untuk diberikan bantuan sembako. Data sementara ada 2486 kepala keluarga terdampak banjir.

“Hari ini di dua kelurahan dulu. Adapun sembako akan diberikan kepada para korban banjir yakni beras sebanyak 5 kilogram dan mie goreng satu dus. Untuk nasi bungkus lebih dari 1000 diberikan kepada warga terdampak parah atau tidak bisa masak lagi,” pungkasnya. RAY

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed