oleh

Wakili Sumsel di LCC Museum 2021, Ini Penuturan 3 Pelajar SMPN 9 Palembang

PALEMBANG, PE – Tiga pelajar berprestasi dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Palembang sukses menjuarai Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) 2021 tingkat SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Sumatera Selatan (Sumsel) setelah menyisihkan 26 sekolah lainnya.

Ketiga pelajar tersebut, Muhammad Royhan Faiq, Ahmad Adly Maulana dan Anadia Salsabilla Ramadhanty berhasil menyabet Juara I LCCM tingkat Provinsi Sumsel sekaligus mewakili Sumsel di LCCM tingkat Nasional pada 5-7 Oktober 2021 mendatang. Ketiganya mengungguli tim dari SMP Islam Terpadu (IT) Al-Furqon dan SMP Negeri 17 Palembang di babak Grand Final yang berlangsung di Auditorium Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa, Kamis (16/9).

“Bila di LCCM tahun-tahun sebelumnya, kita sukses masuk sepuluh besar. Dan tahun ini kita mentargetkan, dan optimis masuk tiga besar,” beber Kepala Museum Negeri Sumsel H Chandra Amprayadi SH ucai Penutupan LCCM Tingkat SMP/MTs se-Sumsel, kemarin.

Chandra mengharapkan agar ketiga pelajar SMP Negeri 9 Palembang yang telah sukses menjuarai LCCM Tingkat Provinsi Sumsel ini dapat mempersiapkan diri menuju LCCM Tingkat Nasional yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari. Terlebih, Chandra juga mengharapkan dukungan semua pihak, terkhusus orang tua ketiga pelajar tersebut serta pihak SMP Negeri 9 Palembang.

“Bersiap-siaplah, utamanya jaga kesehatan. Perdalam lagi pengetahuan permuseuman, sejarah dan kebudayaan nusantara. Tapi tetap perhatikan kesehatan, itu penting. Jangan sampai saat LCCM nasional, adik-adik bertiga justru absent karena sakit. Kami (pihak Museum Negeri Sumsel) siap dukung dan mendoakan yang terbaik untuk kita semua,” tukas Chandra.

Sementara salah seorang Panitia LCCM Tingkat Nasional yang berkesempatan hadir di acara penutupan LCCM Tingkat Provinsi Sumsel kemarin, Asep Firman Yahdiana SS MSi mengapresiasi pengelolah Museum Negeri Sumsel yang sukses menyelenggarakan seleksi calon peserta LCCM Tingkat Nasional utusan Provinsi Sumsel. Pamong Budaya Ahli Muda Museum Nasional ini menyebutkan, LCCM Tingkat Nasional sendiri bakal dilaksanakan 5-7 Oktober 2021 mendatang.

“Mulai 5 Oktober, pembukaan dan babak penyisihan. Keesokannya, 6 Oktober babak penyisihan lanjutan. Hari ketiga, 7 Oktober babak semifinal dan final. Untuk tahun ini, masih sama seperti 2020 kemarin, kita selenggarakan secara daring mengingat kondisi Jakarta belum memungkinkan lantaran pandemi covid-19. Insyaa Allah tahun depan, sudah kita siapkan anggarannya, LCCM tingkat nasional secara offline, tatap muka, semua peserta kita datangkan ke Jakarta,” pungkas Asep sembari mendoakan kesuksesan untuk perwakilan Sumsel.

Terpisah, Royhan, Adly dan Anadia, tiga pelajar SMP Negeri 9 Palembang yang sama-sama kelas 9 ini mengaku bersyukur dan senang bisa mewakili Sumsel ke LCCM tingkat nasional.

Alhamdulillah, saya bisa menjuarai LCCM tahun ini, semua berkat usaha, kerja keras dan doa yang selama ini kami lakukan untuk bisa tampil maksimal,” ungkap Royhan saat diwawancarai usai lomba.

Rasa bangga juga dirasakan Adly yang bisa mewakili Sumsel ke tingkat nasional. “Persiapan yang sudah dilakukan beberapa bulan terakhir, Alhamdulillah membuahkan hasil, kami berhasil melaju ke tingkat nasional,” timpal Adly.

Begitu juga Anadia yang akan berusaha lebih maksimal untuk persiapan ke LCCM tingkat nasional. “Merupakan kehormatan bagi saya bisa mewakili Sumsel ke tingkat nasional. Saya akan berusaha semaksimal mungkin supaya bisa menampilkan yang terbaik di tingkat nasional nanti,” targetnya.

Sementara itu, guru pendamping SMP Negeri 9 Palembang,   Sumiarni SPd menyampaikan rasa bangganya kepada anak didik yang berhasil menjuarai LCCM tingkat Provinsi Sumsel.

“Terimakasih karena sudah berjuang keras sehingga membuahkan hasil yang membanggakan. Ini ketiga kalinya kami ikut, tahun lalu kami dapat Juara Favorit, Alhamdulillah tahun ini bisa dapat juara 1,” ungkap Sumiarni haru.

Untuk persiapan LCC Museum tingkat nasional sambung dia, pastinya akan lebih keras. “Saya akan lebih keras membimbing anak-anak ini, mendalami lagi soal sejarah-sejarah yang lebih luas lagi tak hanya sejarah Sumsel. Juga menambah wawasan seputar Museum yang ada di Indonesia,” pungkas Sumiarni. BET

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed