oleh

Bagaimana Teknik Atasi Kecanduan Digital, Begini Kata Narasumber Webinar Literasi Digital di Palembang

PALEMBANG, PE – Dengan banyaknya kemudahan di era digital bukan alasan untuk kecanduan digital ke arah negatif. Dengan memanfaatkan teknologi digital kita harus bisa kreatif dan produktif walaupun dari rumah. Nah, untuk menanamkan serta mengedukasi para pengguna medsos agar lebih bijak dan cerdas sehingga ruang digital kita menjadi nyaman, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) menggelar Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dengan tema “Kecanduan Digital: No! Dan Produktif: Yes!”, Kamis (16/9).

Empat narasumber berkompeten dihadirkan secara bergilir menyampaikan materi secara virtual lewat aplikasi zoom meeting. Keempat narasumber masing-masing Karlina Octaviany MSc (Digital Access Programme Adviser British Embassy Jakarta), Muhamad Arif Rahmat SHI (Certified Life Coach), Prof Dr HM Edwar Juliartha SSos MM (Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumsel) dan MarPudhok MPd (Kepala SMA Negeri 2 Palembang).

Narasumber ketiga, Edwar Juliartha membeberkan materi berjudul “Transformasi Budaya Digital (Bijak Gunakan Internet)” hingga durasi waktu 20 menit. Terlebih Edwar menyinggung bagaimana cara untuk tidak kecanduan secara berlebihan. Pertama, tentukan hari bebas e-komunikasi dalam satu pekan. Batasi waktu kita ketika menggunakan e-komunikasi. Gunakan timer untuk meminimalisir waktu kita. Dan ketika kita memiliki akses internet di gawai, tinggalkan sejenak gawai kita sehingga kita bisa tidak online.

Baca Juga  Tantangan Generasi Milenial Menjadi Pemimpin di Era Digital, Ini Kata Kemenkominfo

“Berikut ini beberapa teknik mengatasi kecanduan internet. Teknik pertama, menggunakan internet hanya untuk keperluan tugas/pekerjaan. Disiplin terhadap waktu internet. Mencatat waktu yang dihabiskan untuk surfing baik di media sosial (medsos) maupun internet yakni evaluasi setiap hari. Mempergiat aktivitas di luar internet, seperti olahraga dan lain sebagainya,” pungkas Edwar.

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Hafizulhaq Azzamul Hakim (kiri) . Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan suasana dan memotivasi peserta webinar yakni Elfriday (traveler) sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Baca Juga  Kemenkominfo Sebut Pentingnya Internet untuk Pengenalan Budaya

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 894 orang peserta dari mahasiswa dan pelajar.

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan Sabtu (18/9) dengan tema “Identifikasi dan Antisipasi Perundungan Digital (Cyberbullying)” yang menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Ardi Widi Yansah SSos ( Praktisi komunikasi dan Editor Foto Majalah GATRA ) dan Ali Mansur, MA (Akademisi Politik Hukum  dan Filsafat Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Isma Nurillah MH (Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya) dan Muhammad Edwar MPd (Wakil Kepala SMA Negeri 11 Palembang). IQB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya