oleh

Kemenkominfo Edukasi Pengguna Medsos Agar Lebih Bijak dan Cerdas

PALEMBANG, PE – Tidak sedikit oknum warga netizen yang menggunakan ruang media sosial (medsos) hanya untuk membicarakan perkara yang kurang penting dan cenderung tidak jelas. Bahkan ada pula yang dengan sengaja menyebar ujaran kebencian dan informasi hoaks. Nah, untuk menanamkan serta mengedukasi para pengguna medsos agar lebih bijak dan cerdas sehingga ruang digital kita menjadi nyaman, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) menggelar Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kota Palembang dengan tema “Interaksi Online Nyaman, Kikis Ujaran Kebencian”, Rabu (15/9).

Empat narasumber berkompeten dihadirkan secara bergilir menyampaikan materi secara virtual lewat aplikasi zoom meeting. Keempat narasumber masing-masing Ardi Widi Yansah S Sos (Praktisi komunikasi dan Editor Foto Majalah GATRA), Muhamad Arif Rahmat SHI (Certified Life Coach), H Achmad Rizwan SSTP MM (Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan) dan Benni Taslim SE MPd (Pimpinan Sekolah Methodist 2 Palembang).

Narasumber ketiga, Achmad Rizwan menyampaikan pemaparan berjudul “Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam Pemanfaatan Teknologi Digital yang Nyaman di Tengah Pandemi”. Menurut Rizwan, medsos bermanfaat untuk bersosialisasi baik antar individu maupun kelompok, dapat dilakukan kapan pun, dan dimana saja tanpa batas waktu juga. tergantung dari koneksi internet kita.

Manfaat kedua, dapat menemukan teman baru juga bisa menyambung tali silaturahmi dengan baik. Lalu juga sebagai media hiburan. “Kita juga bisa menemukan hal yang menarik dalam medsos, misal kita menulis berita di blog, menonton youtube, itu dapat menghilangkan rasa jenuh kita,” ulasnya.

Selanjutnya sambung Rizwan, medsos juga dapat digunakan untuk mencari uang. Dengan memiliki relasi yang banyak di medsos, memudahkan kita untuk memulai usaha yang dapat dikenalkan dan dipromosikan.

Lebih lanjut dia membeberkan bagaimana literasi media selama masa pandemi covid-19 di Sumsel. Merebaknya covid-19 di Indonesia termasuk di Sumsel telah membuat kepanikan tersendiri di kalangan masyarakat. Karena merupakan virus yang baru dan berdampak secara global, ini membuat minimnya informasi yang diterima oleh masyarakat.

Untuk itu Pemprov telah mengambil beberapa langkah terkait percepatan penanganan penyebaran covid-19. Salah satunya dengan memberikan literasi media kepada masyarakat dengan imbauan dan sosialisasi melalui media cetak, elektronik, sosial maupun media luar ruang.

Kurangnya informasi saat ini akan menimbulkan banyak opini dan membuat sebagian masyarakat panik. Maka melalui literasi media bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat khususnya terhadap pemerintah. Apalagi banyak informasi beredar yang belum pasti kebenarannya.

Informasi yang lengkap dan tepat diharapkan menghasilkan pemahaman bagi masyarakat karena banyak informasi yang bersifat top down membuat masyarakat kurang memahami, beberapa dari masyarakat memiliki hambatan seperti bahasa, pendidikan  dan geografis.

“Peran lembaga pemerintah yang didukung dengan kemampuan finansial, sistem, dan data yang lengkap menjadi sangat penting dalam menyampaikan informasi  dengan tepat dan akurat kepada masyarakat, pemerintah juga harus mampu memberikan gambaran sebagai informasi lengkap kepada masyarakat sehingga informasi yang di didapat bukan sekedar informasi yang parsial tapi yang komprehensif, sehingga masyarakat dapat melek informasi,” tukasnya.

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Lovenia Viona Gultom. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo RI.

Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan suasana dan memotivasi peserta webinar yakni Lulu el Hasbu (Owner Elhasbu Fashion, Spoke Person Wardah Beauty) sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 842 orang peserta dari mahasiswa dan pelajar.

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan Selasa (14/9) dengan tema “Kecanduan Digital: No! Dan Produktif: Yes!” yang menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Karlina Octaviany, M.Sc (Digital Access Programme Adviser British Embassy Jakarta), Muhamad Arif Rahmat SHI (Certified Life Coach), Prof Dr HM Edwar Juliartha SSos MM (Kepala Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan) dan MarPudhok MPd (Kepala SMA Negeri 2 Palembang). IQB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed