oleh

Anak Tak Diterima Sekolah, Oknum Guru Dipolisikan

PALEMBANG, PE – Nursana (32), warga Jalan Mayjen MH Ryacudu, Kecamatan Jakabaring Palembang, melaporkan oknum guru salah satu SMP Negeri di Palembang bernisial R, ke SPKT Polrestabes Palembang. Pasalnya, dia merasa tertipu karena telah menyerahkan sejumlah uang ke oknum guru tersebut agar anaknya bisa masuk di SMPN tersebut, namun pada kenyataannya tidak diterima.

Peristiwa itu terjadi Rabu (4/5), saat korban datang ke SMPN tersebut Palembang untuk pengurusan anaknya masuk sekolah. “Saya datang ke sekolah untuk mengurus anak saya sekolah disana. Kemudian saya diarahkan oleh satpam disana untuk menemui terlapor ini, karena katanya dia ini bisa mengurus anak saya bisa bersekolah disana,” ujarnya, Jumat (10/9).

Kemudian ia bertemu dengan terlapor, dan menjanjikan bisa memasukkan anaknya dengan memberikan sejumlah uang yang telah disepakati.

“Kemudian pada pukul 17.00 WIB saya menyerahkan uang yang diminta terlapor ini di depan Lippo Mall di Jalan Gubernur H Bastari, Kecamatan Jakabaring Palembang,” katanya.

Namun karena anak pelapor tidak masuk ke SMPN tersebut, terlapor meminta lagi sejumlah uang sehingga kerugian mencapai Rp 3 juta. “Setelah uang dikasihkan dia ini tidak bisa dihubungi, sehingga saya membuat laporan polisi, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN tempat oknum guru tersebut bekerja, Hj Devi Emilya M Pd menegaskan bahwa pihaknya tidak menjanjikan apa-apa kepada seluruh calon orang tua murid.

“Kita tidak menjanjikan apa-apa kepada semua calon orang tua murid, agar anaknya masuk ke SMPN kita ini,” jelasnya. Bahkan ia meminta, semua guru agar tidak ‘bermain’.

Namun faktanya, ada salah satu oknum guru yang ‘bermain’. “Saya sudah mengimbau kepad guru, tapi fakta yang salah satu guru kita sekaligus ketua panitia penerimaan siswa baru saat itu ternyata bermain. Karena banyak calon orang tua murid datang menanyakan hal itu,” tambahnya.

Dia kembali menegaskan, kalau SMPN tempatnya bekerja tidak meminta sejumlah uang maupun menjanjikan anaknya masuk ke sekolah tersebut. “Kami tegaskan kalau tidak memungut biaya sepersen pun hingga foto pun gratis, bagi oknum yang bermain agar menanggung sendiri risikonya,” aku dia.

Ditambahkannya, pihaknya sudah melayangkan surat pemanggilan hingga tiga kali, tapi oknum guru ini tidak datang-datang. Sehingga guru ini bakal mendapatkan SP 1.

Bahkan, lanjutnya, oknum guru yang sempat menjadi Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan ini sudah tidak masuk beberapa hari terakhir ini. “Kami tidak tahu keberadaa guru yang mengajar IPS ini, sehingga kami berkonsultasi dengan dinas terkait hal itu. Tapi untuk kasus ini, kita belum memberitahukan ke dinas,” bebernya.

Dia mengimbau kepada seluruh calon orang tua murid agar tidak tergiur janji-janji manis, anaknya masuk ke sekolah dengan sejumlah uang. “Kita harapkan agar tidak percaya, dan harus mencari tahu kebenarannya dengan datang ke sekolah,” tukasnya. KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed