oleh

4 Narasumber Webinar Literasi Digital Ingatkan Kontrol Jari-Jari di Dunia Digital

PALEMBANG, PE – Masih banyak masyarakat yang kurang memahami tentang bahayanya memposting atau mengomentari kata-kata yang bersifat kasar, bahkan merendahkan orang lain yang bisa membuat mereka terkena hukuman akibat tidak bisanya mengontrol dengan baik jari-jarinya. Mulai sekarang berhati-hatilah dalam menggunakan media sosial (medsos).

“Ingat jarimu adalah harimaumu, pergunakanlah jari-jarimu untuk memposting hal-hal yang baik,” beber Dr Ir Diah Kusuma Pratiwi MT, salah seorang narasumber Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kota Palembang, Jumat (10/9).

Dalam webinar bertema “Etika Dunia Internet : Jarimu Harimaumu” ini, selain Diah, hadir tiga narasumber lainnya yakni Deden Mauli Darajat MSc (Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Komunikasi dan Media (P2KM) UIN Jakarta), Muhamad Arif Rahmat, SHI (Certified Life Coach), dan Rafli SPd MPd (Kepala SMK Negeri 2 Palembang).

Lebih lanjut Diah yang juga dosen Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (Unsri) membawakan materi bersubtopik “Budaya Digital”. Dia menyinggung beberapa pelanggaran etika meliputi menggunakan bahasa kasar atau kata-kata kotor, melakukan cyberbully melakukan kebohongan-kebohongan, mengutip atau menjiplak karya dari orang lain tanpa izin dari pembuat karya tersebut, melakukan tindakan menyerang komputer orang lain. Dan menggunakan password atau akun orang lain untuk tindak kriminal atau penipuan.

“Pelanggaran lainnya, melakukan tindakan mengeksploitasi komputer orang lain. Mencoba menginfeksi atau dengan cara apa pun mencoba membuat komputer orang lain tidak dapat digunakan. Melanggar hak cipta dengan mengunduh apapun dari internet termasuk software, game, film, atau musik. Melakukan  posting gambar atau video orang lain. Serta penggunaan CAPSLOCK secara berlebihan,” urainya.

Ketua Forum Pariwisata dan Budaya Sumatera Selatan (Forwida Sumsel) ini secara gamblang merinci dampak positif dan negatif medsos. Manfaat positif antara lain mempererat silaturahmi, menambah wawasan dan pengetahuan, dan menyediakan informasi yang tepat dan akura.

Baca Juga  Cerdas Memanfaatkan Ruang Digital untuk Pembelajaran

“Dampak positif lainnya yaitu menyediakan ruang untuk berpesan positif. Penggunaan medsos saat ini sudah banyak digunakan oleh para tokoh agama, ulama, ataupun motivator. Terlebih dengan medsos berdampak mengakrabkan hubungan pertemanan. Di mana medsos akan mengakrabkan suatu pertemanan, kala seseorang malu bertanya di dunia nyata,” sebutnya.

Sedangkan dampak negatif penggunaan medsos antara lain anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Situs jejaring sosial akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri.

“Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di jejaring sosial. Situs jejaring sosial adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Selain itu medsos juga sangat rawan pornografi, penipuan dan tindak kriminalitas lainnya,” pungkasnya.

Narasumber lainnya, Rafli SPd MPd menyampaikan materi berjudul “Kenali Etika Ketika Menggunakan Internet”. Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Palembang ini menuturkan, banyak orang masuk penjara karena kiriman atau komentar mereka yang mengungkapkan kebencian atau penindasan terhadap orang lain. Hal ini dikarenakan adanya kebebasan berekspresi, namun masih terdapat batasan dalam kebebasan tersebut. Karena dalam batasan tersebut, orang lain tetap memiliki hak, dan sesama manusia biologis harus saling menghormati.

“Oleh karena itu, bijaklah dalam menggunakan media sosial, jangan sampai “jari-jari” Anda mengarahkan kami ke jeruji besi hanya persoalan berkomentar atau mempublikasikan sesuatu yang tidak boleh dilihat atau bahkan diterima seseorang. Ingatlah karena jarimu adalah harimaumu!” tutup Rafli.

Baca Juga  Positif, Kreatif dan Aman di Internet, Begini Kata Kemenkominfo

Webinar ini sendiri dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh moderator Astrid Anggraeni. Kemudian menayangkan Lagu Indonesia Raya yang diikuti semua peserta webinar dan dilanjutkan dengan penayangan video keynote speech yaitu Semuel A Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI.

Lantas keynote speech kedua disampaikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo yang mengapresiasi penyelenggaraan webinar tersebut. Selain itu, turut hadir menghangatkan suasana dan memotivasi peserta webinar yakni Ratih AB (Founder @yourpersonalmodel) sebagai Key Opinion Leader (KOL).

Lebih lanjut dalam sesi tanya jawab, moderator mempersilakan empat penanya terpilih untuk menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada keempat narasumber secara berurutan. Karena antusias peserta cukup tinggi untuk bertanya, moderator juga memilih enam penanya lagi untuk berkesempatan mendapat hadiah langsung berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp 100 ribu.

Terpisah, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel membenarkan bahwa webinar yang digelar Kemenkominfo RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diikuti secara daring oleh 1214 orang peserta dari mahasiswa dan pelajar.

Untuk webinar selanjutnya imbuh Suryati, diselenggarakan Senin (13/9) dengan tema “Tantangan Generasi Milenial Menjadi Pemimpin di Era Digital” yang menghadirkan empat narasumber berkompeten antara lain Dian Ikha Pramayanti SPt MSi (Dosen dan Penulis), Ardi Lunardi STP (Praktisi Expert E-Commerce & Photograper), H Ahmad Zulinto SPd MM (Ketua PD PGRI Provinsi Sumatera Selatan) dan Fir Azwar SPd MM (Kepala SMA Negeri 6 Palembang). IQB

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya