oleh

Usai Dibunuh, Jasad Korban Dicor di Pekuburan

PALEMBANG, PE – Otak pembunuhan dan pengecoran tubuh Apriyanita merupakan ASN Kementerian PUPR Wilayah III Palembang berhasil diringkus anggota Unit I Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Pelakunya yakni Nopi alias acik (60), dijemput paksa ditempat persembunyiannya di Karawang Jawa Barat. Selama persembunyiannya, pelaku menggunakan nama Bang Toyib dan sehari-hari berjualan es keliling di seputaran wilayah Karawang.

“Saya mengakui kalau ikut terlibat dalam aksi pemembunuh, hingga mengubur serta mengecor jenazah korban,” ujarnya, Jumat (3/9). Dirinya menuturkan, bahwa ia hanya memberi saran untuk menguburkan jenazah korban setelah dibunuh.

“Saya menyarankan untuk mengubur korban demi untuk menghilangkan jejak. Dalam aksi pembunuhan didalamnya saya ikut. Apalagi kerja saya di kuburan (kandang kawat,red), jadi saya sarankan saja begitu,” ucapnya.

Ia membeberkan kalau ia merupakan paman dari terpidana Mgs Yudi Thama Redianto (41), yang sudah lebih dulu ditangkap dan divonis bersalah berdasarkan putusan hakim.

Nopi mengaku mendapat janji bayaran sebesar Rp 5 juta untuk membantu membunuh korban. Namun uang tersebut baru diterima Rp 1 juta, dan sisanya belum diterima lantaran kasus pembunuhan yang mereka lakukan keburu terungkap.

Baca Juga  Polantas Ditabrak Saat Hentikan Pengendara Motor

“Saya sangat takut ditangkap, jadi saya kabur dan identitas saya sembunyikan dengan menggunakan nama palsu bukan nama asli saya,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda, Sumsel Kompol Christoper Panjaitan mengatakan, tersangka Novi adalah tersangka ketiga yang ditangkap dalam kasus pembunuhan PNS Kementerian PUPR pada tahun 2019 lalu.

“Sebelumnya anggota kira sudah menangkap dua tersangka Yudi Thama dan Ilyas Kurniawan, keduanya sudah menjalani hukuman,” beebrnya.

Untuk peran tersangka Novi ini selain menjadi otak pembunuhan, juga sebagai eksekutor menghabisi nyawa korban Apriyanita bersama tiga pelaku lainnya.

“Dari membunuh korban, tersangka Novi mendapatkan upah sebesar Rp 5 juta dari tersangka Yudi. Korban sebelum dikubur terlebih dahulu dibunuh di dalam mobil Kijang Innova dengan dikecoki obat tetes mata didalam minuman, lalu dijerat lehernya dengan tali. Jasad korban sempat dibiarkan didalam mobil sebelum dikubur. Selanjutnya, para tersangkanya pergi ke tempat hiburan malam,” paparnya.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan sadis yang menimpa Apiyanita, sempat menghebohkan masyarakat.

Baca Juga  Tak Miliki Izin Edar, Polisi Amankan Ratusan Sak Pupuk

Betapa tidak, jenazah ASN PUPR tersebut ditemukan mengenaskan dalam keadaan dicor di Tempat Pemakaman Umum Kandang Kawat Kota Palembang pada 2019 lalu.

Dari hasil penyelidikan, terungkap identitas empat pelaku yang membunuh korban yakni Mgs Yudi Thama Redianto (41) dan Ilyas Kurniawan (26).

Sedangkan Nopi dan Amir berhasil buron setelah melakukan pembunuhan. Sementara itu, berdasarkan putusan majelis hakim pengadilan negeri Palembang, Mgs Yudi Thama Redianto (41) salah seorang otak pembunuhan serta M Ilyas Kurniawan (26) sebagai salah satu eksekutor, divonis dengan hukuman seumur hidup penjara.

Majelis menilai, keduanya terbukti melanggar ketentuan pasal 340 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP yakni melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama. KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya