oleh

Unit Pidsus Tangkap Pelaku Penipuan dan Penggelapan

PALEMBANG, PE – Kasus penipuan dan penggelapan yang dialami enam orang korban yang sebelumnya melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, sudah ditindaklanjuti Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polrestabes Palembang dengan menangkap pelakunya Novi, Sabtu (14/8).

Kuasa Hukum korban, Desmon Simanjuntak SH mengatakan pihaknya bersama enam orang korban kasus penipuan dan penggelapan mendatangi Polrestabes Palembang.

“Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Kapolrestabes, Kasat Reskrim, Kanit Pidsus, dan khusus Tim Pidsus Polrestabes Palembang yang sudah memproses laporan kami dengan menegakkan dan menjalankan laporan kami. Sehingga dalam kurun waktu 11 hari, perkara sudah jelas terang benderang dan ditindaklanjuti,” ujarnya, Senin (16/8).

Ia berharap perkara ini ditegakkan menurut proses hukum yang berlaku seadil adilnya, atau apabila masih ada bentuk etikad baik dari tersangka. “Kami berharap bisa diberlakukan restorasi justice (JC), dengan diharapkan bantuan polisi kalau masih bisa dikembalikan kerugian dari enam korban kembalikan. Jika tidak bisa dikembalikan tetap kita serahkan kepada penyidik, sehingga proses hukum bisa di tegakkan dan ke enam korban merasakan keadilan itu,” jelasnya.

Salah satu korban, Ezza (35) saat ditemui mengatakan, dirinya mewakili enam korban yang sudah membuat laporan polisi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Kapolrestabes Palembang, Kasat Reskrim, Kanit Pidsus, dan Tim Pidsus yang memegang perkara kami. Kami juga berharap proses hukum ditegakkan seadil adilnya,” aku dia.

Ia berharap restorasi justice perihal dikembalikannya kerugian materi para korban. “Apabila ada itikad baik dari tersangka dalam perkara ini. Apabila tidak, kami berharap hukum ditegakkan dengan seadil adilnya,” tuturnya.

Ezza menuturkan dirinya merupakan salah satu dari korban Arisan Online. “Kalau saya mengalami kerugian Rp 74 juta, arisan itu awalnya berjalan lalu tiba-tiba diberhentikan tersangka. Dan dalam arisan tersebut tersangka banyak menambahkan nama nama fiktif,” tukasnya. KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed