oleh

Korban Arisan Online dan Investasi Bodong, Ratusan Juta Amblas

PALEMBANG, PE – Diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan, enam orang wanita mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang guna melapor, Selasa (3/8).

Salah satu korban Ezza (35) mengaku kejadian menimpanya, Sabtu (26/3) di Cafe CO & CO di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil.

Ia melaporkan terlapor berinisial NV ke Polrestabes Palembang didampingi Kuasa hukum Desmon Simanjuntak SH. “Benar hari ini Selasa (3/8) kita mendampingi klien kita untuk melaporkan terduga NV, dengan membuat 6 laporan (orang) berbeda. Karena kejadian korban dan waktunya berbeda beda, laporan dalam dugaan tindak pidana perkara 378 dan 372 KUHP atau penipuan dan penggelapan dengan kerugian sejumlah uang,” jelas Desmon.

Kasus yang dilaporkan ada dua motifnya. Jadi yang pertama diduga berbentuk arisan online. “Jadi klien kita sudah menyerahkan uang atau melaksanakan kewajibannya, tetapi haknya tidak didapat. Sedangkan yang motif kedua berbentuk investasi. Adapun investasi ada yang berbentuk kos kosan, ada yang tidak disebutkan bentuknya,” terangnya.

Lanjutnya, namun pada intinya ke enam korban telah menyerahkan uang dan dijanjikan sesuatu sehingga menyerahkan uang tetapi sampai pada saat ini uang tersebut tidak dikembalikan. “Kalau untuk kerugian diderita perorang korban relatif, dengan total diperkirakan semua sekitar Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. Untuk pelaku sendiri sudah dihubungi, ada yang ditanggapi ada yang tidak,” katanya.

Desmon mengatakan dan berharap, pihaknya menyerahkan kasus ini kepada proses hukum dan meminta hukum ditegakkan sesuai UU yang berlaku. KUR

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed